Jajaran Kejari Sorong Tes Rapid Antigen, 1 Orang Reaktif

0
Rapid Test

Ilustrasi

Sorong, PbP – Penyebaran COVID-19 varian baru yang terjadi di Ibu kota negara begitu mengkhawatirkan. Penularannya yang lebih cepat dari COVID-19 memang patut diwaspadai. Hal inilah yang dilakukan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong. Rapid Antigen dan Penyemprotan cairan disinfektan lebih ditingkatkan.

Selasa , 29 Juni, telah dilaksanakan pemeriksaan rapid test antigen total kepada jajaran Kejari Sorong. Dimana 49 dari total 59 Aparatur Sipil Negera (ASN) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kejari Sorong menjalani Rapid Antigen.

Dalam pemeriksaan itu, Kejari mengajak Tim Kesehatan RSUD Sele Be Solu yang dimpimpin Kabid. Yanmed, Sjainuddin didampingi dua staf medis, Siti Rahmawati dan Mansyuriah. Mereka melakukan tes Rapid Antigen mulai pukul 13.00 WIT.

Sebelum melaksanakan Tes Rapid Antigen, Sjainuddin menjelaskan secara singkat pengetahuan tentang COVID-19 seperti apa? Bagaimana cara penularannya, apa yang harus dilakukan jika terpapar virus, dan bagaimana cara mencegah penularan Covid-19 tersebut. Sjainuddin juga menjelaskan metode yang akan digunakan dalam tes kali ini, yaitu tes Antigen.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong, Erwin Saragih melalui Kasubag Pembinaan, Noviar Rizaly menyampaikan Rapid Antigen yang dilakukan dalam rangka membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.  Selain tes Rapid Antigen, seluruh ruangan sebelumnya telah dilakukan pula penyemprotan cairan disinfektan.

Dimana diketahui , ada COVID-19 varian baru yang sementara melanda beberapa daerah di Pulau Jawa dan diduga telah masuk pula ke Sorong. “Kita lakukan antisipasi. Dimana menurut informasi kemungkinan sudah ada pula di Sorong, namun resminya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang dikirim lab di Makassar atau Jakarta,” ucap Noviar di Kantor Kejari Sorong usai tes Rapid Antigen.

Hasil pemeriksaan tadi, beber Noviar, terkonfirmasi ada satu orang pegawai yang terkonfirmasi reaktif. Sehingga yang bersangkutan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah. “Yang terkonfirmasi reaktif ini memang dalam kondisi sakit, sehingga disarankan untuk isolasi mandiri. Nanti sudah sehat , baru dilakukan tes kembali, untuk memastikan reaktif yang dialami pegawai tersebut,” tutur Noviar.[EYE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *