Komponen Terbakar Parah buat Traffick Light Mati
Fransiskus Anggawen
Merauke, PSP – Sudah beberapa pekan terakhir, lampu lalu lintas atau traffick light di pertigaan jalan Parako Mandala dan Ahmad Yani Mandala mati. Kondisi tersebut jelas saja menimbulkan permasalah lalu lintas.
Matinya traffick light ternyata dipengaruhi oleh terbakarnya sebagian komponen dengan kondisi yang lumayan parah. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Merauke, Frasiskus Anggawen.
Menurut Frans, hingga saat ini, pihaknya belum bisa melakukan perbaikan. Pasalnya, belum ada anggaran, sebagaimana yang telah ada dalam rincian DPA Dinas Perhubungan tahun ini.
“Sekarang yang di Parako Mandala dan Ahmad Yani Mandala itu parah memang, terbakar dia punya alat, jadi susah kita mau rekayasa. Ini tunggu anggaran, kalau dia keluar baru kita bisa kerja. Kalau dia rusak kecil-kecil, anak-anak bisa perbaiki. Tapi kalau besar begini biasa kita harus sertakan pihak ketiga,” katanya diruang kerjanya, Jumat (26/2).
Beberapa faktor yang menyebabkan terbakarya salah satu komponen penting. Selain usianya sudah tak lagi mudah. Kemudian seringnya jaringan listrik padam dan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab mendasar atas kerusakan yang terjadi.
“Macam-macam, pertama alat sudah tua, dibangun jamannya bapak Jhon Globa 2003. Kedua, salah satu faktornya lampu sering nyala padam. Karena ada beberapa alat yang memang seperti stafol lah, kalau lampu mati biasa pas menyala kan lampu tegangan tinggi. Yang ketiga, karena air masuk kepipa. Kemudian, kadang orang kartefel, jadi rusak,” ujarnya.
Meski menjadi bagian penting bagi ketertiban lalulintas, Frans mengaku belum bisa menargetkan kapan dana bisa didistribusikan. “Kalau soal anggaran saya susah, karena itu di kantor bupati. Perhubungan ini kan ada 3, laut, udara, dan darat. Kalau darat kan tergantung APBD daerah,” ungkapnya.
Ia meminta, agar seyogianya pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih dengan memprioritaskan kepada persoalan-persoalan teknis semacam ini.
“Harapan kita baik yang di Pemda atau DPR, hal-hal teknis begini kan susah kita ambil kebijakan. Kalau kita sudah minta, tolong diperhatikan. Tidak bisa kita politisir. Kadang-kadang kita bicara, ah sudah usahakan dari anggaran. Sementara kita punya anggaran kan diatur,” pintanya.
Selain itu juga, ia berharap kepada kepada masyarakat pengguna jalan, agar saling menghargai sesama pengguna jalan lain dengan menggurangi kecepatan dibeberapa lampu lalulintas yang padam. “Kan namanya orang dipersimpangan harusnya dikurangi kecepatan. Yang saya perhatikan justru dia anggap jalan lurus terus dia balap. Kalau bisa saling mengharagailah,” harapnya. [WEND-NAL]
