Menunggu Tetesan Aspal Masuk Jagebob, Polri Bersama Warga Perbaiki Jalan Secara Swadaya Setiap Tahunnya

0
Kapolsek Jegebob, Danposramil bersama warga mendoeong sebuah truk dari jalan yang rusak parah, Sabtu (202).

Kapolsek Jegebob, Danposramil bersama warga mendorong sebuah truk dari jalan yang rusak parah, Sabtu (20/2). Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP –  Sambil menunggu tetesan Aspal, petugas dari Polsek Jagebob dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak menuju Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, khususnya mulai perbatasan dengan Distrik Tanah Miring. Perbaikan itu juga melibatkan unsur TNI, Distrik, pemerintahan kampung maupun Banser NU setempat.

Kapolsek Jagebob, Ipda Sukirno,S.Sos mengemukan kondisi jalan rusak itu, sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.  Terpaksa perbaikan di sjeumlah titik yang rawan itu dilakukan secara swadaya, dengan memanfaatkan kemampuan dan peralatan yang ada. Dimana, jalan rusak itu, sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

“Ini tahun ketiga kami lakukan perbaikan jalan sejak menjabat kapolsek,” kata Ipda Sukirno, di sela-sela perbaikan jalan di salah satu titik yang terjadi antrian kenderaan,  Sabtu (20/2).

Kapolsek menyebut, personilnya sudah bersiaga setiap harinya, sehingga ketika ada perbaikan jalan, bisa langsung bergabung, setelah dilakukan koordinasi lintas instansi. Pihaknya, tidak tega melihat warga harus bermain lumpur untuk melintas, bahkan bisa bermalam bila tidak ada bantuan.

Dalam perbaikan itu, semua memiliki peran, mulai dari menyiapkan kayu rel, menyiapkan paku, hingga sekecil apapun, demi kelancaran sarana transportasi. Dengan demikian, masyarakat pun bisa melintas tanpa harus berlama-lama di jalan menyerupai kubangan kerbau itu.

Di tempat yang sama, Danporamil Jagebob, Peltu M Nasir, mengaku selaku aparat, hati nurani dari TNI Polri sangat tergugah, melihat kondisi jalan tersebut. Maka, solusi satu-satunya memperbaikinya dengan swadaya, lantaran belum diperbaiki oleh instansi yang berwenang.

“Kurang lebih lima tahun terkhir tidak ada tetasan aspal di Jagebob. Mudah-mudahan lima tahun ke depan ada tetesan aspal,” kata Pelu Nasir, yang juga sedang berada di lokasi jalan rusak.

Danposramil menyebut, aparat TNI dan Polri selalu kompak  dalam mengatasi kendala-kendala yang ada di lapangan (masyarakat,red), salah satunya perbaikan jalan rusak yang meresahkan warga.

Wisnu, salah satu warga menyebut, sejak musim hujan, satu bulan terakhir ini kondisi jalan tersebut menjadi semakin parah dan sangat susah untuk dilalui kenderaan. Makanya, dilakukan perbaikan secara gotong royong.

“Sudah hampir tiga tahunan masyarakat bersama aparat TNI, Polri dan Distrik,  swadaya memperpaiki,” ujarnya.

Ia menyebut, masyarakat Jagebob, sudah mengeluh atas keberadaan jalan itu. Untuk itu, Pemerintah diharapkan bisa memperhatikannya. Karena, jika kenderaan sempat tertanam, bisa-bisa menginap hingga satu malam, bila tidak ada bantuan. Bila ditarik menggunakan jonder, harus mengeluarkan biaya, sekitar Rp 100.000, sekali tarik.

“Itu harapan masyarakat, diperbaiki. Mau pake dana darimana, masyarakat tahunya jalan bagus,” katanya. 

Di menambahkan, tahun 2020, menjelang Pilkada, untungnya, ada salah satu calon Bupati yang membantu melakukan perbaikan jalan dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

Agus, salah satu sopir juga megeluhkan kondisi jalan itu. Karena, selain memperlambat tiba di kota, biaya operasional juga pasti bertambah dan sparepart kenderaan juga lebih cepat rusak. “Kalau jalan bagus, dari koat ke Jagebob, bisa dua sampai 2,5 jam saja. Kalau begini (rusak), pasti jadi lebih lama,” ucapnya.

Kepala Distrik Jagebob, Ronal P Mahuze,S.STP, menyebut perbaikan jalan secara swadaya itu kurang maksimal. Namun,  hal itu harus dilakukan demi kelancaran aktifitas manusia maupun kenderaan. Mewakili masyarakat Jagebob, ia juga menyampaikan harapan agar segera ada perhatian dari Pemda Merauke, khususnya Pemerintah Provinsi Papua.

“Menurut info yang kami dapat, jalan yang menghubungkan Jagebob dengan Merauke, jalan provinsi,” kata Ronal di lokal yang sama.

Kondisi jalan seperti itu, menurutnya,  sudah terjadi  hampir dua tahun, sejak ia menjabat. Kondisinya tidak menentu jika hujan turun. Ada delapan 8 titik jalan yang rusak. Namun, yang laing rawan di ujung Kampung Agrindo menuju Erom. Kondisi itu akan berdampak pada semua lini, salah satunya kesehatan. “Kalau misalnya ada pasien yang harus dirujuk ke kota,  kondisi jalan seperti ini menjadi hambatan. Apalagi sudah ada truk yang tertanam, bisa menjadi antrian yang cukup lama,” bebernya. [FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *