Cerita dari Kampung Lokal yang Bebas Covid-19

0
Bripka Marthen saat memeriksa suhu tubuh murid yang hendak masuk ke ruang kelas, sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19, di Kampung Poo, Sabtu (202).

Bripka Marthen saat memeriksa suhu tubuh murid yang hendak masuk ke ruang kelas, sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19, di Kampung Poo, Sabtu (20/2).Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Kampung Poo, salah satu kampung lokal di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke hingga saat ini, masih berstatus zona hijau.  Inilah cerita menarik yang ingin diangkat kali ini. Dimana sejak mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19) Maret 2020 lalu hingga bulan Februari 2021 berada satupun warga dari kampung tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu tidak lepas dari keseriusan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jagebob, Bripka Marthen Sayori dalam  melakukan pendampingan. Namun bagi Marthen, apa yang dilakukannya, itu sebuah kepedulian dan perhatian bagi masyarakat setempat yang notabene adalah orang asli Papua.

Hal itu sudah dilakukan bersama instansi lainnya, salah satunya anggota Babinsa, yang bertugas di sana. Begitu juga dengan Pustu. Sebab, baginya, semua pihak memiliki tanggungjawab dalam mencegah penyebaran covid-19, demikian pun instansi Polri.

“Saya juga orang Papua. Saya juga harus bertanggungjawab, supaya bagaimana saudara-saudara saya ini  terbebas dari corona,” ujar pria yang sudah mengabdi di Kampung Poo itu, sejak empat tahun lalu.

Dalam memutus mata rantai covid itu, pihaknya selalu melakukan pendampingan bahkan menggiatkan penyuluhan kepada masyarakat umum, dari rumah ke rumah, tempat ibadah dan lingkungan sekolah, untuk menerangkan apa itu virus corona dan bagaimana cara pencegahan hingga penanganannya. Hal pokok yang selalu disampaikan penerapan protokol kesehatan yakni 5 M, mulai dari mencuci tangan di air mengalir, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan dan mengurangi mombilitas. Bahkan, pihaknya juga mengusulkan hingga akhirnya dibangun Posko pemeriksaan bagi warga di gerbang masuk kampung.

“Kami rutin datang ke sekolah memberikan pemahaman ini. Begitu juga di setiap kegiatan kampung maupun melakukan penyuluhan sendiri,” beber anggota Polri berdarah Papua, kelahiran Nabire itu.

Pemahaman kepada warga itu, tidak henti-hentinya dilakukan oleh Bripka Marthen. Setiap kali keliling kampung, bila ada warga yang tidak memakai masker, ia tidak sungkan untuk mengingatkan agar selalu menggunakan masker, dengan cara-cara humanis. Apalagi, saat beraktifitas di luar rumah. “Kalau ada warga yang berangkat ke kota, kami juga ingatkan agar tetap menerapkan 5 M. Puji Tuhan, sampai saat ini, kampung binaan ini, masih aman,” kata Marthen, Sabtu (20/2).

Di samping sosialisasi, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di rumah penduduk, bersama petugas yang lain. Dimana, dari Pemerintah kampung sudah menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan dalam memerangi virus yang sudah mendunia tersebut.

Bripka Marthen menambahkan, sebelum adanya covid-19, ia juga selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu dan melayani mereka.

Hal itu diamini, anggota Babinsa Kampung Poo, Distrik  Jagebob, Sertu Piter Mahajani. Ia bersama Bripka Marthen, melakukan tugas pembinaan masyarakat itu secara bersama-sama. Kedua aparat keamanan itu, tidak pernah meningglkan tugas mereka. Keberadaan mereka di tengah-tengah warga Kampung Poo, membawa dampak positif. “Kami selalu hadir untuk warga,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Kampung Poo, Agustinus Kaige. Peran, bhabinkamtibas di kampung mereka cukup banyak, salah satu yang paling menonjol saat ini, upaya pencegahan penyebaran covid-19. Ia mengaku, kinerja sanga bhabinkamtibas itu cukup bagus dalam mengayomi masyarakat. “Di sini ada 96 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 439. Bapak Marthen itu dikenal baik. saya katakana demikian, karena saya sudah lebih dari 10  tahun jadi sekretaris di kampung ini,” kata pria yang biasa disapa Agus itu.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *