Anggota DPR-RI Serap Aspirasi Nelayan dan Petani

0
Sulaeman Hamzah bertemu petani di Wasur 2 (2)

Sulaeman Hamzah bertemu petani di Wasur 2. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Anggota Komisi IV DPR-RI H. Sulaeman L. Hamzah kembali menyerap aspirasi dari masyarakat di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Sabtu (20/2).  Kali ini, Sulaeman Hamzah menyasar nelayan di wilayah Gudang Arang dan petani di wilayah Wasur 2.

Di Gudang Arang, Sulaeman Hamzah mengatakan akan ada program asuransi bagi para nelayan, dimana untuk Papua kuota asuransi nelayan melalui Komisi IV sejumlah 1000 orang.  “Untuk Papua saya mendapat 1000 nelayan yang akan di asuransikan. Kriterianya nelayan yang terdaftar di dinas dan di kelompok berbadan hukum,” kata Sulaeman Hamzah.

Soal permintaan kapal, kata Sulaeman Hamzah, masih belum bisa terpenuhi secara maksimal.

“Tahun ini sangat sedikit itupun diharapkan melalui dinas. Saya belum tau berapa banyak kepal baik yang 5, 10 dan 30 GT. Sesudah masa reses nanti kami bisa mendapatkan informasi jelas dari pusat,” tandasnya.

Sementara, di Wasur 2 para petani mengeluh mengenai sulitnya mendapatkan pupuk guna kelancaran tanam padi mereka. Salah satu penyuluh pertanian di Wasur Sunaryo, mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk di Merauke masih jauh dari jumlah luas tanam yang dibutuhkan.

“Kami melihat kebutuhan pupuk sangat prihatin, luas tanam 300 hektar, ternyata kemampuan pemerintah 7 ton perbulan, disini kebutuhan petani seharusnya 40 ini hanya dapat 7 ton itupun birokrasinya berbelit,” kata Sunaryo.

Sulaeman Hamzah bertemu nelayan di Gudang Arang. Foto: PSP/ERS

Tak hanya itu, petani juga menyampaikan mengenai kurangnya alat – alat pertanian bagi para petani millenial di wilayah itu dan bibit padi untuk ditanam.  Selanjutnya, para petani pun meminta adanya bendungan di Wasur.

Soal pupuk, kata Sulaeman Hamzah, bahwa sementara ini sedang dilakukan penyusunan data terkait petani miskin.  “Jatah pupuk untuk yang dulunya petani 2 hektar, sementara ini sedang di susun kriteria petani miskin. Karena kondisi keuangan sekarang, kemungkinan yang menerima jatah pupuk subsidi hanya yang memiliki lahan satu hektar,” kata Sulaeman Hamzah.

Sulaeman menjelaskan, dimana sebelumnya pupuk subsidi hanya diperuntukkan kepada petani yang maksimum memiliki lahan 2 hektar. Namun, petani yang memiliki lahan mencapai 10 hektar juga turut menerima yang menjadi penyebab kelangkaan pupuk beberapa waktu lalu.

“Kejadian kelangkaan pupuk beberapa waktu lalu saya temukan bahwa pelayanan pupuk kepada petani yang lahannya lebih dari 2 hektar bahkan ada yang 10 hektar. Padahal petani yang memiliki lahan lebih dari 2 hektar petani yang sudah mapan, dan mestinya dihapus dari calon penerima, data ini yang tidak akurat di pusat,” kata Sulaeman Hamzah.

Kepada wartawan, Sulaeman Hamzah mengatakan, aspirasi masyarakat yang diperjuangkan di Senayan tidak semua nya bisa terakomodir mengingat keterbatasan anggaran ditengah pandemi.

“Ada beberapa punya kemajuan tetapi ada juga yang dipending. Ada juga yang sementara dijanjikan untuk bisa dibawa ke dapil asal memenuhi syarat,” kata dia. Pada kesempatan reses itu, Nasdem juga memberikan bantuan fasilitas pendukung pendidikan anak -anak di Gudang Arang. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *