Pencegahan Stunting Berkaitan dengan Penyiapan Generasi Masa Depan Bangsa
Kegiatan aksi pencegahan stunting dan PMT di Kampung Sidomulyo, dalam rangka Hari Jadi ke-119, tahun 2021. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Pencegahan stunting begitu penting, karena berkaitan dengan penyiapan generasi masa dengan bangsa maupun masa depan Kabupaten Merauke, selaku pemegang tongkat estafet berikutnya. Maka, 1.000 hari kelahiran, itu wajib hukumnya dijaga, mulai dari proses kehamilan hingga berumur 2 tahun.
Hal itu disamapaikan pelaksana penjabat Sekda Kabupaten Merauke, Ruslan Ramli,SE,M.Si, saat membuka kegiatan aksi pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT) dalam rangka hari Jadi Merauke ke-119, di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga, Kamis (11/2).
Dalam jangka panjang, jika tidak diatasi, stunting sendiri, tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik yang bermasalah. Namun, yang lebih dikuatirkan akan mempengaruhi kemampuan daya nalar bahkan kemampuan daya intelektual. Dalam ketentuan dikatakan, Pemerintah diharuskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat seluruhnya, baik yang di kota maupun di kampung-kampung, secara adil.
“Oleh karena itu, saya mengapresiasi panitia HUT Merauke ke-119, yang telah menggagas bagaimana menghadirkan pemerintah dalam kontes pelayanan diantaranya, bagaima memerangi stunting,” ujarnya.
Ruslan menyampaikan, 25 Januari 2021 lalu, Presiden RI, Joko Widodo telah menyerahkan tongkat kepada Kepala BKKBN guna menurunkan angka stunting. Dengan target dari angka 24 persen, bisa menurun hingga 14 persen di akhir masa kepemimpinannya nanti.
Masih soal stunting, kata Ruslan, Bupati Merauke, Frederikus Gebze,SE,M.Si sudah memberikan komitmen dalam upaya pencegahan. Bahkan, hingga menjelang masa pengabdiannya, bulan Februari 2021 ini, masih peduli lewat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). “Pencegahan stunting ini masih dalam konsentrasi beliau,” pungkasnya. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. [FHS-NAL]
