Pembangunan Dermaga di Wanam Terhambat, ini Penyebabnya

0
Kepala KSOP Merauke, Turky R. k Sully S.H

Turky R. k Sully S.H

Merauke, PSP – Pembangunan dermaga di Wanam terpaksa belum bisa direalisasikan. Hal ini diakibatkan ada sejumlah warga yang menolak pembangunan dermaga di kawasan itu. Hal itu diungkapkan Kepala KSOP Merauke, Turky Rachmat Sully, SH saat ditemui di kantornya, Rabu, 6/1/2021.

“Dokumen asli nya sudah ada, progres menyangkut tehnis dan administrasi di lapangan pun sudah selesai. Baik itu surat persetujuan dari LMA Wanam, Kepala Kampung Wanam dan Kepala Distrik Wanam dan Bupati Merauke juga sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pembangunan dermaga disana. Tinggal membangun saja,” ujar Turky.

Alih-alih untuk membangun, lanjut dia, beberapa waktu lalu berkisar 10 orang mendatangi kantor KSOP membawa aspirasi masyarakat Wanam untuk menolak pembangunan.

“Lahan yang tersedia 50 X 50 meter, saat ini masuk amdal, tetapi beberapa waktu lalu masyarakat dari Wanam mengatas namakan aspirasi masyarakat adat Kampung Wanam. Mereka keberatan dermaga dibangun disana,” ujarnya.

Dilanjutkan, dalam surat resmi aspirasi itu berisikan, rencana pembangunan dermaga disana tidak ada sosialisasi kepada masyarakat adat, kemudian dianggap terlalu dekat dengan perusahaan dan tidak bermanfaat untuk masyarakat adat.

“Padahal kami sudah rapat sebelumnya dengan semua pihak disana. Lahan untuk pembangunan ini pun milik orang lain, bukan milik adat dan surat dokumen lengkap,” katanya.

Menurut dia, KSOP hanya mengkaji dari sisi keselamatan yang di dalamnya berwenang sebatas pemerintah pelabuhan.

“Di dalam undang – undang 17 kami sebatas pemerintahan di pelabuhan. Kalau pun ada kendala begini, tugas pemerintah daerah menyikapi, kalau memang sudah siap, kami akan lakukan tehnis nya.

Masalah kelayakan, dermaga disana layak untul dibangun, dari sisi keamanan sudah aman,”katannya.

Ditambahkan, besaran anggaran untuk pembangunan belum diajukan ke pusat. “Anggaran dari pusat, nanti setelah semua dokumen amdal selesai baru akan pengajuan jumlah anggaran, dan itu tersedia. Sebenarnya proyek ini harus sudah jalan dari tahun 2020 lalu tapi terkendala karena ini,” tambahnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *