Kaum Intelektual di Boven Digoel Diminta Tidak Perkeruh Suasana

0
Damianus Katayu.

Damianus Katayu

Merauke, PSP – Kaum intelektual di Kabupaten Boven Digoel, diminta turut meredam situasiĀ  pasca adanya diskualifikasi oleh KPU terhadap pasangan Yusak Yaluwo-Yakob Weremba.

Hal ini sebagaimana ditegaskan Akademisi asal Kabupaten Boven Digoel, Damianus Katayu melalui jumpa pers dengan wartawan di Merauke, kemarin.

Menurut Damianus, dinamika yang sampai kemarin terjadi dinilai diperkeruh oleh kaum intelektual yang belum memahami secara baik aturan – aturan yang dikeluarkan oleh KPU.

Masih menurut Damianus, mengenai persoalan didiskualifikasi saat ini, sudah menggunakan aturan – aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Peristiwa ini sebenarnya melihat dari sisi aturan dan rujukannya sangat jelas yakni PKPU Nomor 1 Tahun 2020, hanya bagaimana terjemahan teman – teman dibawah membacanya dengan baik khusus penyelenggara. Hanya saja tidak ditanggapi dengan baik. Dan bagi saya penyelenggara belum memiliki telahan hukum yang baik. Sampai – sampai proses pencalonan mulai dari KPU Boven Digoel tidak mampu menyelesaikan didorong ke KPU Provinsi juga sama,” tandasnya.

Kendati demikian, Damianus meminta, semua masyarakat terkhusus kaum intelektual tidak memperkeruh suasana akan tetapi menyejukkannya.

“Khusus untuk masyarakat kaum intelektual supaya kita sama – sama memberikan kesejukan di daerah. Kita harus punya komitmen daerah itu tidak boleh hancur dan sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2020 tentang jadwal Pilkada sudah jelas tanggal 9 Desember 2020. Saya harap semua begitupun aparat keamanan sama – sama menjaga kondusifitas daerah disana,” pesan Damianus.

Karena, tambah Damianus, berdemokrasi bukan ditampakkan dan diperjuangkan dengan cara – cara yang salah. “Sekarang yang terpenting bagaimana masyarakat bisa menahan diri. Khusus kaum intelektual mereka harus bisa membaca. Demokrasi itu bukan harus diperjuangkan dengan darah – darah bisa dengan hal sederhana dan aturan yang tegas,” pesannya lagi. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *