Kunker Hari Kedua, Kepala BRG Didampingi Bupati Tanam Padi di Kampung Jaya Makmur

0
Kepala BRG Nasional dan Staf Khusus Presiden menanam padi di lahan gambut di Kampung Jaya Makmur (1)

Kepala BRG Nasional dan Staf Khusus Presiden menanam padi di lahan gambut di Kampung Jaya Makmur. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Secara simbolis Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nasional Ir. Nazir Foead dan Staf Khusus Presiden Billy Membrasar menanam tunas padi diatas lahan gambut di Kampung Jaya Makmur, Distrik Kurik, Rabu (17/11).

Penanaman bibit atau tunas padi di lahan gambut seluas 30 hektar itu, langsung didampingi Bupati Merauke Fredderikus Gebze,SE.,M.Si.

Penanaman padi di lahan gambut ini juga sebagai revitalisasi ekonomi masyarakat di Kabupaten Merauke. Dimana, khusus di wilayah Merauke BRG memiliki target restorasi gambut hampir 1/3 luas target Provinsi Papua, yakni 11,653.16 Ha. Karena itu Kabupaten Merauke menjadi prioritas restorasi gambut sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 ini.

Ir. Nazir Foead mengatakan, sesuai perintah presiden lahan gambut sesedia mungkin dijadikan bahan budi daya.

“Perintah dari presiden ketika BRG dibentuk 5 tahun lalu membantu masyarakat petani menjaga lahan gambut tetapi juga sekaligus bagaimana lahan gambut dijadikan bahan budi daya. Disini tentu bagian yang budi daya kita dukung untuk pemanfaatan,” ujar Foead.

Penanaman padi di lahan gambut seluas 30 hektar, kata Foead, menjadi percobaan yang diharapkan bisa memberikan hasil maksimal tahun yang akan datang.

BRG, lanjut Foead, melalui budi daya lahan gambut terus mendorong tanaman yang cocok ditanam di lahan gambut.

Sementara itu, Bupati Freddy mengungkapkan pemerintah dan petani sudah membuka lahan cukup banyak. “Sejak di buka MIFE sampai dengan hari ini, beras melimpah, kami mohon ada perhatian serius bagaimana meningkatkan kualitas beras. Dan mohon ada kebijakan dari presiden bagaimana beras bisa di beli karena petani di kejar dengan panen dan pasca panen,” ujar Bupati Freddy.

Bupati Freddy menyebutkan, berkaitan dengan pelestarian lahan gambut pemerintah sudah bekerja sama dengan Universitas Musamus agar bagaimana lahan gambut bisa memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat.

Ditempat yang sama, Ketua Gapoktan Kampung Jaya Makmur Fathur Rohman, mengatakan kali pertama padi di tanam di lahan gambut.

“Ini kali pertama, semoga dengan ini, semula petani kurang produktif bisa jadi produktif,” ujar Fathur.

Dikatakan Fathur, penanaman sedianya akan tetap menggunakan sistem mekanisasi.

“Menggunakan mekanisasi, 30 hektar lahan gambut ini akan dikelola oleh dua kelompok,” sebut Fathur.

Disebutkan, sebelumnya petani pernah melakukan penanaman padi di lahan gambut namun kualitas kurang maksimal. “Dulu pernah sekali tapi hasil kurang maksimal. Semoga dengan adanya program ini dan bantuannya seperti dolomit guna menunjang hasil produksi kita akan coba. 1 hektar lahan membutuhkan 450 kilo dolomit,” pungkas Fathur. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *