Hari ini, Massa Yusak – Yakobus Kembali Kepung KPU Boven Digoel
Masyarakat simpatisan dari pasalon nomor 04 saat orasi di depan kantor KPUD. Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Massa yang tergabung dalam relawan dan simpatisan dari pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel , Yusak Yaluwo dan Yakobus Weremba mendatangi Kantor KPU Boven Digoel. Kedatangan mereka, Sabtu (7/11) membawa spanduk yang bertuliskan kecaman kepada KPU Boven Digoel dan meminta KPU bersikap Netral.
Aksi massa yang melakukan long march dari Sekertariat partai Demokrat menuju kantor KPU Boven Digoel dikawal ketat oleh personil TNI/Polri. Di Kantor KPU, massa tersebut disambut oleh Sekretaris KPU Boven Digoel, Fitalis Dambi.
Koordinator Aksi ,Rufus Burok dalam orasinya membacakan tujuh tuntutan. Dimana mereka meminta KPUD Boven Digoel untuk mengaktifkan kembali tiga Komisioner KPU Boven Digoel yang dinonaktifkan.
Mereka meniliai Ketua KPUD Boven Digoel tidak netral dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua KPU. Mereka minta kepada KPUD untuk tidak menjatuhkan pasangan lain terutama pasalon Nomor urut empat. Ketua KPUD Boven Digoel untuk tidak mendiskriminasi terutama kepada pasalon nomor empat.
Mereka pun menduga Ketua KPUD sebagai pemicu konflik politik di Boven Digoel dan tidak boleh berpihak pada pasangan calon tertentu. Tuntutan yang terakhir, massa tim relawan Pasangan Nomor urut empat menolak Helda Richarda Ambay sebagai ketua KPUD.
Usai membacakan 7 tuntutan tersebut, masyarakat minta agar aspirasi tersebut dapat di sampaikan kepada Pimpinan KPUD, dan meminta kepada KPUD Boven Digoel untuk tetap mempertahankan keempat kandidat untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati pada pemilihan 9 Desember mendatang. “Biar masyarakatlah yang menentukan siapa pilihannya, dan siapapun yang terpilih itulah Bupati dan Wakil Bupati kita bersama lima tahun kedepan,” pinta Rufus.
Sementara menjawab tuntutan itu, Sekertaris KPUD Boven Digoel ,Fitalis Dambi mengungkapkan, aspirasi tersebut akan ditindak lanjuti ke pimpinan KPUD, sebab pimpinan KPUD Boven Digoel masih di luar daerah Boven Digoel. Dan dipastikan, untuk menjawab semua tuntutan tersebut perlu adanya dialog bersama baik dari KPUD maupun masyarakat yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
“Jadi untuk tuntutan yang ada, saya akan sampaikan kepada ketua, karena beliau lagi keluar daerah, nanti kalau saya yang jawab takutnya nanti salah-salah lagi. Jadi nanti sebentar ini, kami langsung komunikasi dengan beliau. Kira-kira itu yang saya bisa sampaikan,” kata Fitalis.
Terkait tuntutan tersebut, Papua Selatan Pos berupaya mengkonfirmasi Ketua KPU Boven Digoel, Helda Richarda Ambay dengan menghubungi telepone selularnya dan mengirim pesan melalui whatsapp. Tetapi hingga berita ini diturunkan Ketua KPU Boven Digoel tidak menjawab teleponnya atau membalas pesan Whatsapp.
Pantauan media ini, setelah mendapatkan arahan dari sekertaris KPU, massa langsung kembali ke Sekertariat demorat yang dikawal ketat oleh personil TNI/POLRI yang dipimpin langsung Kapolres Boven Digoel, dan sesuai informasi yang diperoleh media, hari ini (9/11) simpatisan dan relawan Yusak – Yakobus akan kembali ‘mengepung’ kantor KPU Boven Digoel dengan jumlah massa yang lebih banyak dari aksi sebelumnya. [VER-NAL]


