YLKI Dorong BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan Digital

0
BPJS Kesehatan

Merauke, PSP – Berdasarkan tinjauan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atas layanan yang diberikan kepada masyarakat selama ini, layanan digital akan terus dimanfaatkan untuk mendukung BPJS Kesehatan.

Ketua YLKI, Tulus Abadi, mengatakan salah satu pekerjaan rumah BPJS Kesehatan adalah menjaga agar masyarakat tidak jatuh sakit, termasuk penularan Covid-19.

“Pelayanan berbasis digital ini harus bisa menjadi, mengoptimalkan upaya preventif-promotif. Karena, PR bagi JKN yang sebenarnya bukan hanya mengobati yang sakit, tapi bagaimana agar masyarakat tidak sakit,” ujar Tulus saat berbicara dalam diskusi virtual dalam acara Media Workshop dan lomba karya jurnalistik 2020, Jumat, (23/10).

“Adanya upaya digital itu, itu harus dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat agar aspek-aspek preventif-promotif itu tercapai, dan penyakit-penyakit yang lebih dominan katastropik, itu bisa ditekan,” katanya.

Ia mengatakan digitalisasi layanan BPJS Kesehatan menjadi kebutuhan yang mendesak, mengingat sebagia besar penduduk Indonesia kini telah menggunakan smartphone.

Sementara itu, Direktur Layanan Perluasan dan Pengikatan BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari menjelaskan bahwa saat wabah korona kali ini, BPJS Kesehatan mengumumkan inovasi layanan digital untuk membantu masyarakat dalam hal fasilitas.

Ia mengatakan, aplikasi BPJS Kesehatan “Mobile JKN” di smartphone kini bisa melakukan skrining Covid-19 mandiri, antrean online, dan konsultasi dokter.

“Bisa melakukan skrining untuk memastikan bawa apakah bapak-bapak, ibu-ibu sekalian aman, berisiko, atau tidak,” kata Andayani.

Sedangkan pada layanan antrean online, peserta BPJS Kesehatan diharapkan dapat memanfaatkannya, sehingga tidak perlu berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menunggu antreannya saat sakit.

“Kami berharap bahwa peserta akan mendapatkan manfaat yaitu melakukan pendaftaran kesehatan, pendaftaran pada waktu ingin berobat di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama tanpa harus datang langsung,” ujarnya.

Menurut Andayani peserta akan datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, kalau sudah melakukan antrean online, maka peserta tersebut akan datang ke puskesmas atau ke dokter menjelang saat hendak diperiksa sehingga tidak ada penumpukan antrian di faskes tingkat pertama.

Begitu pula dengan layanan konsultasi dokter di aplikasi. Andayani menjelaskan, cukup banyak masyarakat yang telah menggunakan konsultasi dokter “Mobile JKN”, sehingga membantu mengurangi kemungkinan penyebaran virus corona.[CR22-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *