Tokoh Masyarakat Adat Boven Digoel Ajak Mahasiswa Tolak Perusahaan MRJ

0
Tokoh masyarakat Boven Digole mengajak mahasiswa Boven Digoel menolak perusahaan MRJ di Distrik Subur (3)

Tokoh masyarakat Boven Digole mengajak mahasiswa Boven Digoel menolak perusahaan MRJ di Distrik Subur. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Tokoh masyarakat adat Kabupaten Boven Digoel, Valentina Wanopko dan Agustinus Tomba, mengajak para mahasiswa asal Boven Digoel di Merauke menolak keinginan perusahaan Merauke Rayon Jaya (MRJ) untuk masuk di Distrik Subur Kampung Aiwat dan Kampung Kaisa.

Ajakan itu langsung disampaikan mama Valentina Wanopko dihadapan para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Boven Digoel di Aula Pankat, Sabtu (25/10).

Agustinus mengatakan, perusahan MRJ saat ini sedang berupaya mengincar hutan diwilayah itu.

“Kami tidak setuju karena perusahaan tidak mensejahterakan kami disana. Kami juga tidak tau rencana mereka mau bongkar hutan. Rencana nya buka lokbond (pelabuhan), tapi kami tau ada rencana besar dibalik itu, mari kita sama – sama menolak ini,” kata Agustinus.

Sementara itu, Valentina Wanopko mengatakan hutan diwilayah itu merupakan aset bagi para mahasiswa.

“Kalian semua sekolah, dan kalau kalian pulang kalian mau tanam aset dimana,” tanya Valentina.

Valentina meminta, para mahasiswa sedianya harus menjaga hutan dan tanah adat yang ada disana.

“Mama minta kalian menjaga hutan yang sedikit ini. Perusahaan tidak pernah mensejahterakan kita, mari kita bersama – sama menolak meraka,” ajak Valentina.

Valentina menegaskan, bahwa hutan di Aiwat dan Kaisa adalah supermarket generasi muda Boven Digoel.

“Kita semua makan dari sini, kalian sekolah dari sini, hutan ini supermarket kita,” tegas Valentina. Usai ajakan itu, para mahasiswa serempak menolak perusahaan MRJ masuk di Distrik Subur dengan menempel tandatangan di sebuah baliho. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *