Wabup Sularso Saran ke Bank, Bayar Kredit Pakai Beras dan Ikan
Merauke, PSP – Maslah penumpukan beras dan gabah di Merauke menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para petani. Beras dan gabah mereka menumpuk dan tidak bisa terserap. Hal itu membuat para petani tidak memiliki pemasukan namun disisi lain, petani harus tetap mempertanggungjawabkan pembayaran cicilan kredit ke Bank.
Wakil Bupati Merauke Sularso, SE pun tidak tinggal diam menanggapai persoalan para petani.
Dirinya sudah memberikan saran masukan ke pihak perbankan, agar bagaimana para petani bisa membayar cicilan kredit ditengah penumpukan beras dan pandemi Covid-19 menggunakan beras dan gabah.
“Saya sudah sampaikan ke perbankan sebagai saran dan masukan, khusus petani dan nelayan tidak ingin ada tunggakan Bank, tetapi mereka ada barang dan tidak bisa terjual. Saya sudah minta mungkin ada kebijakan perbankan kalau kredit di usaha pertanian bisa nggak dibayar dengan gabah atau beras,” kata Wabup Sularso kepada wartawan di Kantor Bawaslu Merauke,Sabtu (3/10).
Sebab, kata Wabup Sularso, persoalan surplus beras bukan hanya menjadi tanggung jawab Bulog maupun pemerintan.
“Persoalan surplus beras ini bukan hanya tanggung jawab Bulog saja maupun pemerintah. Semoga bisa di akomodir.
Dan juga di sektor lain seperti perikanan. Bilamana ikan belum laku, cicilan kredit bisa dibayar pakai ikan,” Ucap Wabup Sularso.
Dikatakan Wabup Sularso, keluhan masyarakat disaat situasi saat ini sedianya sudah disampaikan ke pihak perbankan baik BNI, BRI, maupin Bank Papua.
“Bank BRI sudah menyampaikan telah mengucurkan dana untuk sektor pertanian lewat kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 450 Milliar. Dengan jumlah nasabah 4000 dengan luasan lahan 10.000, hektar,” sebut Wabup Sularso. Pihak Bank cukup responsif, lanjut Wabup, dengan memberikan kelonggaran waktu dengan mengkaji ulang periode pembayarannya. Dan tidak membebankan bunga sebagaimana aturan perbankan biasa. “Artinya pihak Bank sangat mendukung, begitu juga Bank Papua mengucurkan dana sebesar 78 Milliar di sektor pertanian. Kelonggaran itu sudah diberikan. Semoga ini bisa membantu masyarakat,” tuturnya. [ERS-NAL]
