Sambut World Cleanup Day 2020, Komunitas Explore Merauke dan Relawan Lakukan Pengumpulan Sampah
Muhamad Irshan
Merauke, PSP – Dalam rangka menyambut World Cleanup Day 2020 pada tanggal 19 September mendatang, Komunitas Explore Merauke ditunjuk untuk membuat suatu kegiatan untuk ikut serta dalam mensukseskan World Cleanup Day 2020 di kabupaten Merauke.
“ Ini adalah tahun pertama yang ada di kabupaten merauke yang mana kebetulan kami dari komunitas explore merauke ditunjuk sebagai leader dalam event world cleanup day ini atau hari bersih sedunia dimana yang dilakukan serempak tanggal 19 september 2020,” kata Leader World Cleanup Day 2020 Merauke, Muhamad Irshan saat ditemui disela kegiatannya, Rabu, (16/9).
Irshan menjelaskan, kegiatan yang dilakukan tersebut adalah mencari relawan yang peduli terhadap lingkungan dan juga mengedukasi kepada masyarakat tentang memilah sampah yang dapat di daur ulang.
“ Kegiatan ini sebenarnya kita membersihkan atau memilah sampah, dan mencari beberapa relawan yang ada di Merauke khususnya relawan yang peduli terhadap sampah,” ujarnya.
Irshan melanjutkan, sampah yang dikumpulkan tersebut merupakan jenis sampah anorganik yang mana sampah tersebut susah terurai, sehingga lebih baik untuk di daur ulang.
“ Jadi untuk kegiatan kita kebetulan kita tidak terjun ke jalan karena memang pandemi yang saat ini masih berlangsung, akhirnya kami menggunakan plan kedua yaitu dimana kita memilah sampah dari mulai tanggal 12 september hingga dengan tanggal 19 september puncaknya nanti untuk bagaimana memilah dan mengumpulkan sampah yang khusus untuk sampah anorganik, seperti botol kaca, botol air mineral dan karton,” lanjutnya.
Dimana Untuk di Merauke, ada 6 pos pengumpulan sampah anorganik tersebut, diantaranya daerah Blorep, Ampera 3, Kampung Timur, TMP, Spadem dan Jln. Gak.
Target pelaksanaan World Cleanup Day 2020 di Indonesia ini yaitu mencari 13 juta relawan dan pengumpulkan sampah anorganik yang nantinya setelah sampah tersebut terkumpul, selanjutnya akan ditimbang dan diberikan kepada pengepul untuk selanjutnya disalurkan ke pengelola untuk di daur ulang.
“ Setelah terkumpul, nanti kita timbang ke pengepul karena memang target dari world cleanup day ini adalah 13 juta relawan dengan sebanyak-banyaknya juga sampah yang akan di angkut karena memang sampah itu nanti akan kita timbang,” tuturnya.
Diharapkan, dengan adanya kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memilah sampah, sehingga sampah yang menumpuk di Merauke dapat berkurang. “ Jadi edukasi-edukasi ini yang kita sampaikan sehingga mereka paham bahwa ternyata dengan memilahkan, kita mampu meminimalisir terjadinya penumpukan sampah,” pungkasnya.[CR22-NAL]
