SMPN 2 Terapkan Pembelajaran Dengan Pemberian Modul
Mayela Yetorok
Merauke, PSP – Semakin bertambahnya pasien Covid-19 di Merauke, berdampak pada proses pembelajaran yang semula dilakukan tatap muka bergilir terbatas, terpaksa harus kembali bwrganti sesuai dengan sistem pembelajaran yang dianjurkan, yaitu pembelajaran daring dan pembelajaran pemberian materi pembelajaran bagi siswa.
Atas dasar itu, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Merauke yang awalnya menerapkan proses pembelajaran tatap muka bergilir terbatas, harus mengubah proses pembelajaran menjadi pemberian materi belara bagi murid.
Kepala sekolah SMPN 2 Merauke, Mayela Yetorok mengatakan, setelah meningkatnya pasien Covid-19 di Merauke, mengakibatkan proses pembelajaran kembali dilakukan di rumah dengan pemberian materi.
” Setelah pasien corona ini semakin meningkat, kami bersama Wakasek-wakasek memutuskan untuk siswa belajar di rumah,” kata Mayela Yeterok saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, untuk menunjang proses pembelajaran siswa di rumah, pihaknya telah menyiapkan modul pembelajaran dengan materi pembelajaran yang diberikan yaitu langsung satu kali untuk satu semester.
” Kita ambil keputusan bahwa siswa diberikan modul, dan buku PR yang sudah menjadi kebiasaan siswa beli. Ada sepuluh modul mata pelajaran yang disiapkan oleh masing-masing guru,” jelasnya.
Mayela menambahkan, pada saat pemberian modul, yang datang ke sekolah untuk mengambil bahan ajar tersebut diharuskan orang tua yang mengambilnya, hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan siswa di sekolah. ” Untuk pembagian modul itu, orang tua saja yang datang ambil ke sekolah. Kita siapkan kelas untuk masing-masing mata pelajaran, nanti orang tua siswa tinggal ambil modul pembelajaran di setiap kelas tersebut,” pungkasnya. [CR22-NAL]
