Pemda Merauke Pinjam Wisama Atlet untuk Karantina OTG
Rapat Koordinasi Pemanfaatan Rusun BPJN. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Pemerintah Kabupaten Merauke akan gunakan wisma atlit yang berada di Jalan Martadinata sebagai tempat untuk mengkarantina orang tanpa gejala (OTG) atau istilah teranyarnya kasus terkonfirmasi tanpa gejala. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Rumah Susun BPJN Sebagai Tempat Karantina Bagi Orang Dalam Pengawasan, yang dilakukan oleh Pemda, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), dan Satgas covid-19, di Hotel Swisbell, Selasa (1/9/2020).
Bupati Merauke, Frederikus Gebze melalui Asisten 2 Sekda Merauke, Ir. H.B.L Tobing, M.Eng, mengatakan bahwa sedianya wisma akan digunakan untuk para atlit PON. Namun, melihat jumlah lonjakan kasus covid-19 yang semakin meningkat, sehingga pemda mengambil langkah penambahan tempat kantantina.
“Kita sudah membuat MOU, supaya dalam peminjaman ini, kita bisa menuliskan klausul dalam perjanjian. Apa saja kewajiban kita selaku peminjam, dan juga apa yang diminta oleh kementerian, Nanti ada peninjauan lapangan, saat penyerahannya situasinya awalya seperti apa, nanti bisa menjadi catatan, ya kita harus kembalikan dalam kondisi baik,” Kata Tobing Kepada Wartawan, di sela-sela kegiatan sosialisasi, Selasa (1/9).
Tobing menambahkan, bahwa selama kasus covid-19 terus merebak, pemerintah pusat sampai pemerintah daerah akan mengutamakan penanganan dan penagulangan covid-19 ketimbang penyelenggaraan PON. Sehingga, pemerintah sementara ini akan menggunakan wisma sebagai tempat karantina sampai kasus covid-19 betul-betul hilang baru kemudian untuk penyelenggaraan PON.
“Selama covid-19 masih dalam zona merah, tetap diutamakan untuk penangulangan covid-19. Karena kalau covid-19 kita masih tinggi, mugkin PON bisa jadi dibatalkan. Jadi sesuai arahan menteri, prioritas tetap untuk covid-19,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Wilayah Papua 1, Ir. Omri Sianturi, M.Si mengatakan sebelum PON dilaksanakan, pihaknya akan beruapaya membantu pemerintah daerah dalam memerangi penyeberan pendemi covid-19. “Memang awalnya ini diperuntukn utnuk ASN PUPR yang ada di Merauke, kemudian sebelum diserahkan ke PUPR akan digunakan untuk PON dulu. Namun karena terjadi covid, sehingga kita utamakan dulu untuk penangulangan covid-19,” ujar Omri dalam kegiatan yang sama kemarin. [WEND-NAL]
