Keberadaan Ikan Mujair Semakin Langka
Merauke, PSP – Staf Teknis Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, Fransiskus Hendra Irawan mengatakan bahwa saat ini kebaradaan ikan mujair semakin langka. Bukti ini diperkuat dengan semakin langkanya ikan mujair yang diperjual belikan dipasaran.
Frans menyebutkan bahwa sebagian masyarakat kurang memahami perbedaan antara ikan mujair dan ikan nila. Rata-rata saat ini yang berada di pasaran adalah ikan nila, namun oleh kebanyakan orang disebut dengan ikan mujair.
“Setiap kita lakukan kegiatan di lapangan, yang saya lihat kebanyakan memang ikan nila. Cuma memang pemahaman masyarakat, bahwa ikan nila itu ya ikan mujair, padahal sebenarnya satu genus tapi beda spesies, jadi sebenarnya mereka berbeda,” kata Frans kepada Papua Selatan Pos, belum lama ini.
sementara itu, menurut Frans, faktor mendasar mulai tidak adanya ikan mujair karena dipengaruhi oleh kalah bersaingannya dengan ikan jenis lain seperti gabus toraja (gastor) misalnya.
Secara sederhana, Frans juga menyebutkan perbedaan mendasar antara ikan mujair dan ikan nila yang selama ini oleh kebanyakan orang tidak dimengerti secara baik, bahkan dianggap sama.
“Nila lebih cepet berkembang biak dari pada mujair. Kalau dari bentuk tubuh, mujair lebih bulat berisi dan warnanya cenderung lebih gelap. Sedangkan nila lebih tipis atau pipih, dan warna lebih terang serta ada semacam garis-garisnya,” terangnya.
“Mungkin karena dia tidak bisa bersaing. Kemudian juga ada kompetitor dalam habitatnya, satu contoh perkembangan gastor itu lebih pesat dibandingkan ikan mujair, atau bahkan dengan ikan nila sendiri. Karena jika dibandingkan ikan nila perkembangannya lebih cepat dari pada ikan mujair. Sehingga semakin lama perkembangannya semakin kurang dan jumlahnya semakin sedikit, dan kalau dibilang sekarang sudah susah,” tuturnya.
Saat ini, pihaknya sedang beruapaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perbedaan antar dua jenis ikan ini. Dengan harapan, kedepannya ada pelaku usaha yang berupaya membudidayakan ikan mujair.
“Kita saat ini dalam beberapa kesempatan baru pada tahap mensosialsikan perbedaan antara ikan nila sama ikan mujair. Kita harapkan dengan sudah bisa membedakan, kedepan ada pelaku-pelaku usaha yang akan membudidaya dan mengembangkan ikan mujair,” katanya. [WEND-NAL]
