14 Juni 2024

Pelayanan Kembali Dibuka, RSUD Batasi Jumlah Pasien

0

RSUD Merauke

Merauke, PSP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke telah membuka pelayanan rawat jalan untuk poli dokter sepesialis. Namun demikian, pembukaan pelayanan dilakukan dengan protokol yang sangat ketat dan jumlah pasien dibatasi pada setiap harinya.

Kepala Bidang Pelayanan, RSUD Merauke, dr. Ignatius Yerry Mario mengatakan bahwa pembatasan-pembatasan yang dilakukan mempertimbangkan resiko-resiko yang kemungkinan bisa terjadi. Ia menyebutkan, pelayanan pada penyakit dalam  dan penyakit lain hanya dibatasi puluhan orang pada setiap harinya. 

dr. Ignatius Yerry Mario

“Ada pembatasan-pembatasan jumlah pasien, karena sangat tidak mungkin kita lakukan seperti hari-hari normal dimana sangat beresiko. Kami pake protap-protap dan sudah jalan. Untuk setiap poli, misalnya penyakit dalam maksimal 60 pasien. Untuk penyakit lain, rata-rata ada yang maksimal 20 pasien,” ungkapnya kepada Wartawan, Senin (6/7/2020).

Ignatius menyebutkan, beberapa alur pelayanan dan pemeriksaan yang wajib diikuti oleh pasien maupun pengantar. Menurutnya, yang boleh masuk rumah sakit dengan batas pintu gerbang hanyalah pasien. Pengantar diperkenankan masuk hanya ketika kondisi darurat. 

“Kita sudah buat alurnya kesemua unit. Yang bisa masuk melalui pintu gerbang hanya pasien. Kalau pasien perlu dipapah, maka maksimal pengantar cukup 1 orang, tidak boleh lebih. Begitu masuk harus melalui team screening. Kalau dia tidak bergejala covid, dia bisa langsung ke poli untuk pendaftaran dan sebagainya. Kalau dia ada covid, maka kita arahkan ke IGD covid,” paparnya.

Menurut Igantius, dihari pertama pembukaan pelayanan, antusias masyarat cukup besar. Namun karena diperlakukan pembatasan, maka ketika telah memenuhi batas, maka pelayanan ditutup. “Antusiasnya sangat besar. Namun, pelayanan sesuai batas kapasitas, kalau sudah sampai kapasitasnya, maka kami tutup,” ucapnya.

Jika perkembangan menunjukan hasil hasil yang, Imbuh Yerry, nantinya secara bertahap pelayanan akan mulai dibuka semua. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka akan dipertimbangkan kembali untuk membuka pelayanan. “Kita sudah rundingkan ditingkat managemen, kita akan lihat 2-3 bulan kedepan. Kalau kondisi stabil dan tidak ada peningkatan pasien, kemudian masyarakat taat terhadap protokol covid, apa salahnya kalau kita buka. Kalau yang terjadi sebaliknya maka agak sulit buat kami, karena sangat beresiko buat semua orang,” ungkapnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *