Kemenkes dan Jejaring RS Pengampu Lakukan Visitasi Layanan Prioritas Nasional di RSUD Merauke

Merauke, PSP – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama jejaring rumah sakit pengampu nasional dan regional melakukan visitasi Program Layanan Prioritas Nasional di RSUD Merauke, Provinsi Papua Selatan, Rabu (6/5).
Kegiatan ini melibatkan penguatan layanan strategis meliputi kanker, jantung dan stroke, uro-nefrologi, kesehatan ibu dan anak (KIA), gastro-hepatologi, TB-respiratori, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa, serta mata.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr. Azhar Jaya, Direktur Pelayanan Klinis dr. Obrin Parulian, jajaran Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar, serta Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulansari.
Selain itu, turut hadir para pimpinan rumah sakit pengampu nasional seperti RSK Dharmais, RSJPD Harapan Kita, RSPON Mahar Mardjono, RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, PKJN Marzuki Mahdi, dan RSM Cicendo. Dari tingkat regional, hadir perwakilan RSUP Wahidin Sudirohusodo, RSUP Kandou, RSUD Dr. Soetomo, RSUD Jayapura, RSUP Sardjito, RSUD Saiful Anwar, serta RSM Bali Mandara.Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Parulian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan bagian dari upaya menyamakan persepsi terhadap standar layanan kesehatan yang harus dipenuhi di daerah, khususnya di Papua Selatan.
“Hari kedua kami berada di Papua Selatan dan pagi ini kita bersyukur bisa hadir di RSUD Merauke. Kami melihat fasilitas yang ada cukup baik. Harapannya, pelayanan dengan motto melayani dengan hati benar-benar dapat dirasakan oleh pasien,” ujar dr. Obrin di RSUD Merauke.
Ia menegaskan, pelayanan yang dilandasi empati dan komunikasi yang baik mampu mengurangi keluhan pasien secara signifikan. Bahkan, melalui program pengampuan yang terstruktur, diharapkan seluruh kebutuhan layanan pasien dapat terpenuhi di daerah tanpa harus dirujuk keluar.
Menurutnya, RSUD Merauke saat ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di Papua Selatan, mengingat provinsi tersebut belum memiliki rumah sakit tingkat provinsi.
“Tujuan kami datang adalah untuk melihat kesenjangan antara standar yang diharapkan dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus menyusun langkah strategis jangka pendek dan panjang,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus penguatan, yakni sarana prasarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM). Meski diakui Papua memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pemenuhan alat kesehatan, pemerintah telah menyiapkan skema dukungan melalui sistem pengadaan nasional.
Di tempat yang sama, Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulansari mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya sempat menghadapi tekanan berat saat pandemi COVID-19, karena difokuskan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.
“Kondisi itu menyebabkan beban utang belanja cukup besar, berbeda dengan beberapa rumah sakit lain yang justru mengalami peningkatan pendapatan,” ujarnya.
Saat ini, RSUD Merauke memiliki 215 tempat tidur, dengan sekitar 10 persen untuk ruang intensif. Tingkat hunian tempat tidur (BOR) menunjukkan tren peningkatan, meski masih terdapat tantangan pada indikator angka kematian (GDR dan MDR) yang berada di atas standar.
Dari sisi kesiapan layanan prioritas, ia menyebut layanan jantung dan kanker masih menghadapi keterbatasan, terutama pada SDM dan alat kesehatan.
“Untuk layanan jantung, kesiapan sarana sekitar 80 persen, SDM 45 persen, dan alat kesehatan 42 persen. Sementara layanan stroke lebih baik, namun tetap membutuhkan penguatan,” jelasnya.
Adapun layanan kanker masih sangat terbatas. Sementara layanan KIA, TB, mata, dan kesehatan jiwa relatif lebih siap dari sisi sarana prasarana, meskipun masih terdapat kekurangan pada alat kesehatan tertentu.
Melalui visitasi ini, diharapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah pusat, rumah sakit pengampu, dan RSUD Merauke guna mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di Papua Selatan.
“Semangat yang kami lihat di Papua Selatan sangat kuat. Ini menjadi momentum penting untuk mengejar ketertinggalan dan mendorong percepatan pembangunan sektor kesehatan,” tutup dr. Obrin. [ERS-NAL]
