24 Juni 2024

Yonmek 516/CY dan Yonif 125/Simbisa Terima Pembekalan

0

Pembekalan dua batalyon Satgas Pamtas RI-PNG di Makorem 174/ATW, Sabtu (13/6).Foto: PSP/FHS

Danrem : Ciptakan Stabilitas Keamanan Sepanjang Perbatasan

Merauke , PSP – Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif Mekanis 516/Caraka Yodha dan Yonif 125/Simbisa menerima pembekalan dalam pelaksanaan tugas oleh Kolakops Korem 174/ATW di Makorem 174 Merauke, Sabtu (13/6).

Kedua Batalyon yang baru saja tiba dan bertugas menggantikan pasukan yang sudah purna tugas, menerima materi tentang kondisi geografis, demografi hingga kondisi sosial masyarakat di perbatasan.

Komandan Korem 174/ATW Merauke melalui Kasi Teritorial, Kol Inf Feksi Demunri Angi menekankan agar dalam pelaksanaan tugas, prajurit harus selalu waspada. Kemudian melaksanakan patroli keamanan maupun pemeriksaan patok di sector tanggungjawab masing-masing.

“Ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan,” pesan Danrem.

Wilayah perbatasan merupakan garis terdepan yang memiliki nilai strategis terhadap aspek pertahanan, keamanan serta kedaulatan suatu negara. Sesuai dengan undang – undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, bahwa wilayah perbatasan memiliki kerawanan yang harus diwaspadai dari berbagai ancaman, seperti : illegal logging, illegal minning, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan narkoba, miras dan lain sebagainya.

Selanjutnya berkaitan dengan situasi global saat ini wilayah papua khususnya Kabupaten merauke juga masih dalam kondisi memerangi peyebaran C-19 (Covid-19). Untuk itu, selain menjalankan tugas sebagai pasukan pengaman pebatasan, prajruit juga diminta membantu pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman yang benar tentang social distancing, kebiasaan hidup sehat. “Dengan demikian,  upaya pencegahan penyebaran covid-19, semakin meningkat melalui koordinasi dengan aparat kowil dan pemerintah daerah setempat,”pintanya.

Personil Pamtas juga menerima pembekalan dari instansi terkait yang berkaitan dengan tugas-tugas di perbatasan diantaranya BKDSA, tentang perlindungan tumbuhan dan satwa liar. Kemudian, dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, hal ini menyangkut tentang Karantina Kesehatan khususnya di jalur pelintasan keluar masuk batas negara. Ada pula, Stasiun Karantina Ikan dan Stasiun Karantina Hewan. Ini bertujuan menghindari masuknya penyakit lewat jalur perbatasan.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *