Penertiban Baliho oleh Satpol PP
Heribertus Silvinus Silubun,SH
Heribertus Silubun Merasa Keberatan
Merauke, PSP – Sudah 3 hari belakangan ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke menertibkan baliho-baliho yang terpajang di setiap sudut Kota Merauke.
Hal ini pun langsung mendapat respon hangat dari salah satu Bakal Calon Bupati Merauke, Heribertus Silvinus Silubun, SH yang balihonya turut dicabut Satpol PP.
Heribertus Silubun mengatakan, keberatan dan kecewa atas tindakan penurunan baliho – baliho yang terpajang.
“Saya kecewa dan keberatan atas pencabutan baliho itu. Yang katanya perintah bupati sebagai bentuk penegakan perda,” ujar Heribertus Silubun di Kantor DPC PDIP Merauke, Rabu (10/6).
Dikatakan Heribertus Silubun, sedianya pihaknya dapat memaklumi apabila baliho yang diturunkan merupakan baliho ucapan idul fitri sebab masanya sudah berlalu.
“Tapi terkait dengan baliho pilkada, perlu diketahui ini sifatnya khusus. Dan perlu diketahui, selama ini calon yang punya niat maju memiliki ruang cukup luas memperkenalkan maupun menyosialisasikan diri ke masyarakat melalui objek baliho sebelum tahapan dimulai,” lanjut Heribertus.
Dikatakan dia, pada pemerintahan sebelumnya, tidak pernah ada permasalahan terkait dengan pajangan baliho pilkada.
“Baru di masa ini ada perintah untuk menurunkan. Saya punya di KPG, diturunkan saya kecewa,” tandasnya.
Menurut Heribertus Silubun, ada cara yang lebih etis yang dapat dilakukan.
“Harusnya pemerintah mengundang semua pihak terkait juga bakal calon maupun KPU, Bawaslu untuk dirundingkan bersama – sama itukan lebih etis,” terang Heribertus.
Ia juga berharap, pada penurunan selanjutnya pihak Satpol PP bisa terlebih dahulu berkomunikasi dengan bersangkutan pemilik baliho. “Ada baiknya berkomunikasi terlebih dahulu dengan kami, supaya kamiyang turunkan sendiri sebab itukan masih bisa digunakan. Saya konfirmaai ke Satpol PP mereka mengatakan itu untuk pembersihan kota, tidak masalah kalau yang bersifat umum,” kata Heribertus.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Merauke Elias Refra saat dikonfirmasi dihari yang sama membenarkan adanya penurunan baliho tanpa terkecuali. “Iya, sudah kami turunka semua, sisa baliho Corona. Sebagai bentuk penegakan perda untuk memperindah kota,” kata Elias Refra. [ERS-NAL]
