18 April 2024

BP Jamsostek Serahkan Santunan JKM bagi Pesertanya

0

Penyerahan santunan kematian BP Jamsostek kepada ahli waris.Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kembali menyerahkan santunan bagi pesertannya. Kali ini, peserta yang merupakan seorang pendeta dilingkungan Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Merauke meninggal dunia dan berhak mendapatkan santunan yang langsung diserahkan kepada ahli waris.

Penyerahan santunan secara simbolis kepada pihak ahli waris, dilakukan di Kantor Klasis GPI Papua – Merauke juga langsung disaksikan Ketua Klasis GPI Papua-Merauke Pdt. Victor Jelira,S.Th Rabu (10/6).

Advertisements
Advertisements

Kepala BP Jamsostek Cabang Merauke Bobby Harun,ST mengatakan, almarhum Pdt. Remsy Yambrens Manuputty sedianya terdaftar di BP Jamsostek Fakfak Papua Barat.

“Almarhum merupakan kepesertaan di Fakfak tapi karena BP Jamsostek berjenjang secara nasional maka kami melakukan klaim di Merauke. Karena almarhum beserta keluarga yang merupaka ahli waris berdomisili di Merauke,” ujar Bobby kepada wartawan.

Advertisements
Advertisements

Disebutkan Bobby, adapun santunan dana tunai yang berhak diterima sebesar Rp.42.000.000.00.

Advertisements

“Santunan sudah masuk ke rekening bersangkutan. Memang tidak akan bisa menggantikan almarhum tetapi setidaknya dapat membatu meringankan beban keluarga,” sebut Bobby.

Advertisements
Advertisements

Sementara itu, Ketua Klasis GPI Papua – Merauke Pdt. Victor Jelira,S.Th mengatakan, secara kelembagaan semua pegawai di GPI Papua ada berjumlah 350 orang. Namun, khusus di Klasis Merauke ada sekitar 37 pegawai yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek.

“Jadi pembayaran iuran langsung terpusat dari Fakfak dan mereka potong langsung dari gaji,” kata Pendeta Jelira.

Advertisements
Advertisements

Dikatakan Pendeta Jelira, pihaknya baru mendaftar ke BP Jamsostek sejak 2 tahun terakhir. “Jadi sudah ada 5 pegawai gereja yang meninggal karena tugas semuanya diberikan santunan oleh BP Jamsostek,” tuturnya.

Pendeta Jelira mengaku, respon BP Jamsostek dalam menangani peserta terbilang cukup cepat. “Sangat cepat ya, kita persiapkan administrasinya, mereka langsung klaim,” kata Pendeta Jelira.

Advertisements
Advertisements
Advertisements

Hal senada diungkapkan, Kakak sulung dari almarhum Pdt. Remsy, Ronny Manuputty bahwa respon BP Jamsostek dalam melakukan klaim terhadap pesertanya cukup baik.

“Cukup baik, apalagi ditengah pendemi saat ini, yang harusnya kepengurusan ada di Fakfak karena terdaftar disana, tapi bisa dilakukan di Merauke. Dan saya fikir proses ini baik, mengingat moda transportasi tidak ada tapi hak peserta bisa diwujudkan,” tutup Ronny. [ERS-NAL]

Advertisements
Advertisements
Advertisements

Advertisements

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *