18 April 2024

Penyaluran BLT di Kampung Kuper Diwarnai Aksi Protes Warga

0

Pertemuan warga penerima BLT di Kuper dengan aparat kampung.

Fransiska Gebze : Pihak aparat kampung telah lalai dalam melaksanakan penyaluran BLT itu

Merauke, PSP – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kampung Kuper, Distrik Semangga diwarnai aksi protes warga. Aksi protes disebabkan, penyerahan  BLT pada 3 Juni 2020 tidak sesuai antara besaran bantuan yang diterima dengan besaran bantuan yang tertera ditanda bukti terima yang harus ditanda tangani warga yang menerima BLT.

 122 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kuper masing-masin menerima BLT sebesar Rp.600.000, namun dalam selembaran kertas yang harus ditanda tangani sebagai tanda bukti menerima , tertera  Rp.1.800.000.

Advertisements
Advertisements

“Uang yang kami terima sebesar Rp.600.000 tapi dalam bukti penerima atau berita acara tertera Rp.1.800.000,” ujar salah seorang warga Kuper penerima BLT.

Menanggapi aksi protes tersebut, Kepala beserta aparatur Kampung Kuper  langsung merespon cepat, dengan mengadakan pertemuan bersama warga di Balai Kampung Kuper, Jumat, 5/6  untuk memberikan klarifikasi.

Advertisements
Advertisements

Kepala Kampung Kuper Fransiska Gebze mengakui pihak aparat kampung telah lalai dalam melaksanakan penyaluran BLT itu.

Advertisements

“Semua orang bisa lelah, dan kami akui kami lalai dalam hal itu. Seharusnya yang diparaf itu lembaran yang Rp.600.000,” ujar Fransiska Gebze dihapadan para warga.

Advertisements
Advertisements

Sebab, kata Fransiska, penyaluran BLT memang harus bertahap selama 3 bulan. Yang mana untuk Kampung Kuper dana desa untuk penyaluran BLT sebesar Rp.73.200.000  tahap satu atau  fase satu.

“Penyaluran memang harus persatu bulan. Tetapi kemarin karena aparat kampung lelah dan terburu – buru bekerja akhirnya terjadi kesalahan itu yaitu dua lembar berita acara penerimaan. Makanya kami langsung kumpul masyarakat hari ini untuk kami revisi. Kami memang khilaf dan lalai dalam hal ini,” pungkas Fransiska. Usai mendengar pengakuan dan klarifikasi aparat Kampung, akhirnya warga menerima permohonan maaf dari aparat Kampung. [ERS-NAL]

Advertisements
Advertisements
Advertisements

Advertisements

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *