25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Menjalani Ibadah Puasa Ditengah Wabah Korona

Sudah hampir tiga bulan wabah korona ini melanda Kota Rusa, selama tiga bulan itu juga aktifitas kita dibatasi. Apalagi bagi yang menjalankan ibadah puasa, tentu saja sangat mempengaruhi jalannya ibadah puasa mereka dengan diterapkanya pembatasan sosial. Papua Selatan Pos mencoba merangkum pendapat dari teman-teman selama menjalankan ibadah puasa ditengah wabah korona ini.

Waktu Bersama Keluarga Lebih Banyak

Ditengan pandemic covid-19 dan pembatasan social yang diberlakukan oleh pemerintah, tentunya memberikan dampak saat memasuki bulan Ramadhan tahun  ini. Ada sesuatu yang mungkin tak disadari,  waktu bersama keluarga saat sahur dan berbuka  menjadi lebih banyak.Ini sesuatu yang jarang dilakukan sebelum wabah covid-19  mewabah di Indonesia.

“Sebelumnya saat sibuk bekerja , kita sudah tidak sempat berbuka bersama keluarga, belum lagi harus mempersipakan diri ke masjid untuk melaksanakan shalat Sunnah tarawih”, ujar Sharif Jimar.

Bedanya Ramadhan tahun ini, bagi pria asal Sulawesi ini,  juga bisa lebih banyak waktu dirumah dan bisa membantu istri  untuk berkreasi di dapur untuk menyiapkan makanan juadah berbuka puasa.

Biasanya menyambut sebelum memasuki Ramadhan warga biasanya mempersiapkan segala sesuatu dalam menyambut bulan suci ramadhan, misalnya  mengunjungi makam, doa bersama di masjid, tarawih bersama di masjid,  mendengarkan tausiyah ramadhan,  berbuka bersama, sahur bersama. Namun, tahun ini, itu tidak dirasakannya lagi. “Anjuran pemerintah, masyarakat diminta untuk menghindari keramian sebagai upaya mencegah covid-19 demi keselamatan bersama. Kita berharap, semoga virus ini cepat berlalu dan Idul Fitri bisa dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya”, pungkas pria yang memiliki hobby memotret itu.[FHS-NAL]

Kegiatan lebih banyak di rumah

Bagi Valentina, juga ada perbedaan situasi bulan suci Ramadhan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, ia masih sering ngabuburit dengan jalan sore, nongkrong bersama rekan-rekan maupun aktifitas lainnya. Tapi, tahun ini, ia lebih banyak dirumah, sesuai dengan anjuran yang telah dibuat pemerintah.

“Mau keluar takut juga, karena ada virus corona sekarang ini. Jadi, lebih baik di rumah saja, buat cemilan untuk anak-anak,” katanya. Banyak hal katanya, yang sangat berbeda saat menjalankan ibadah puasa tahun ini dengan sebelumnya. Semua kegiatan terbatas, apalagi yang menyangkut di luar rumah. “Ya kita berdoa saja, supaya virus ini cepat tuntas. Saya rasa macam bagaimana begitu, su hampir tiga bulan di rumah terus,” ucapnya.[FHS-NAL]

Banyak Momen Yang Tidak Dapat Terlaksana

Bagi Fardy Karma, Jurnalis Merauke Citra Televisi bahwa bulan Ramadhan kali ini jelas terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini merupakan cobaan terbesar di Bulan Ramadhan di tahun 2020. Banyak moment yang biasanya hanya ada di bulan suci ini, semuanya tidak dapat terlaksana. Tidak adalagi suasana Shalat Taraweh, Ngabuburit dan buka puasa bersama seperti tahun-tahun sebelumnya

“Harapan saya semoga kita semua tetap menjalin silahturahmi dan mnjalankan ibadah di bulan Ramadahan ini walaupun hanya di rumah. Mari kita panjatkan doa bersama agar pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu,” harapnya. [JAK-NAL]

Merasa Sedih

Menurut Siti Mariani Weriuw, Mahasiswi Fakultas Hukum Unmus Merauke bahwa situasi Bulan Suci Ramadhan di tahun 2020 pastinya terasa berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya.  Semua hal hanya bisa dilakukan di rumah saja. Sholat taraweh yang biasanya dilakukan di masjid secara berjamaah pada bulan puasa, harus dilakukan dirumah. Tidak ada takjil di Masjid Raya, ngabuburit, mudik, bahkan Sholat Idul Fitri pun tidak akan digelar di Masjid dan masih hal lain. Didirinya pun merasa sedih dengan situasi saat ini.

“Harapanya semoga masa pandemi ini cepat berakhir selalu berfikir positif hindari hal negatif, semoga kita semua bisa menjadi pemenang di hari yang fitri nanti. Marhaban yaa Ramadhan,” ungkapnya. [JAK-NAL]

Sedih dan Kecewa

Haris Alfriandy mengungkapkan kesedihannya karena meyambut bulan suci ramadhan dan menjalankan ibadah puasa kali ini tidak seperti biasanya. “Sebenarnya saya kecewa dan sedih karena tidak bisa menyambut bulan suci ramadhan seperti biasanya, tidak bisa menunaikan ibadah sholat tarawih seperti biasanya. Tetapi kita harus mematuhi perintah dan peraturan dari pemerintah untuk menunaikan ibadah sholat tarawih dirumah saja untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Dari sini kta bisa ambil nilai positif nya kita lebih banyak waktu buat keluarga, sholat berjamaah dengan keluarga. Tetap Stay At Home,” ujar Haris. [ERS-NAL]

Sepi, Seperti Tidak Dibulan Ramadhan

Inu mengungkapkan, dibulan Ramadhan kali ini sangat sepi, dan berbeda dengan Ramadhan sebelumnya. Dimana semua umat Islam bebas beribadah di Masjid-masjid

“Dengan adanya covid 19, Ramadhan kali ini terasa sangat berbeda. Saya merasa seperti sedang tidak dibulan suci Ramadhan. Solanya, masjid-masjid sepi, shalat tarawih ditiadakan, tadarus Al-Quran tidak ada, pengajian tidak ada. Semua ibadah dilakukan dirumah secara sendiri-sendiri,” ungkap Inu, Kamis (14/4/2020) “Harapannya, Ramadhan tahun depan covid 19 sudah tidak ada lagi. Sehingga, bisa menemui Ramadhan dengan kegembiraan dan kebebasan beribadah di Masjid-Masjid seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. [WEND-NAL]

Ngabuburit dan Bazar Makanan Sepi

Rizal Kurniawan, Mahasiswa Musamus jurusan Managemen ini mengungkapkan bahwa Ramadhan kali ini terasa lain. Biasanya  setiap sore di halaman Masjid Raya ada bazar makanan yang selalu dipadati para pengunjung, tetapi sekarang sepi. “ Biasanya kita ngabuburit jalan-jalan keliling kota atau ga nongkrong di Libra, tapi sekarang sepi. Teman-teman juga diajak jalan tapi tidak mau. Semoga aja korona ini cepat berlalu,” ujar pria yang memiliki senyum manis ini.[NAL]***