12 April 2024

Premium dan Pertalite Ada, Tapi Boong

0

Suasana SPBU Parako yang sepi karena kekosongan Premium dan Pertalite. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSPPremium dan Pertalite ada tapi boong, kalimat tersebut sangat pantas untuk menggambarkan situasi dan kondisi BBM jenis Premium dan Pertalite di SPBU yang ada di Kabupaten Merauke pada saat ini. Sesuai fakta di lapangan BBM jenis Premium dan Pertalite kosong  di SPBU, sementara pihak TBBM Pertamina Merauke dengan lantang membantah kekosongan tersebut.

Situasi ini menjadi ironi, dimana masyarakat sedang kesulitan mendapatkan BBM jenis Premium dan Pertalite tetapi penjualan BBM eceran menjamur di setiap pinggir jalan.

Baca Juga : Bupati FreGeb Pimpin Panen Raya di Kampung Yaba Maru

Sesuai pantauan Papua Selatan Pos, nampak  di SPBU Parako, Selasa (12/5), sekitar pukul 11.00 Wit lowong dan hanya ada beberapa pengendara mengisi BBM jenis pertamax. Setiap kendaraan yang hendak mengisi Premium atau Petralite diarahkan ke dispernser Petramax oleh petugas SPBU. Mau tidak mau, petugas menawarkan BBM jenis pertamax yang harganya sangat mahal dan jauh dari nilai ekonomis.

Salah satu petugas SPBU Parako mengakui BBM jenis pertalite dan premium kosong.

“Pertalite hampir setiap hari kosong dan Premium jarang. Hari ini premium masuk siang,” ujar petugas tersebut.

Sementara itu, OH (Operation Head) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Merauke Teddy Manuputty geram dan terlihat emosi saat dikonfirmasi mengenai kekosongan BBM di SPBU akhir – akhir ini. Kepada Papua Selatan, Teddy membantah bahwa BBM khusus jenis Premium dan Pertalite sering mengalami kekosongan. Karena menurut Teddy, pihaknya selalu menyalurkan BBM dua jenis itu.

“Tidak mungkin kosong, datanya ada. Kami selalu kasih masuk, mana buktinya saya tidak mau bicara A, B dan C, kami selalu kasih keluar,” kata Teddy dengan nada kesal saat dijumpai di kantornya, Selasa (12/5).

Baca Juga : Empat OTG Positif Repid Tes menolak DiKarantina, Dua diantaranya Melarikan Diri

Teddy juga menyebutkan, tidak ada batasan penyaluran BBM jenis premium dari terminal ke SPBU. “Tidak ada batasan untuk premium. Ngapain juga saya tanggapi kalau tidak kosong,” kata Teddy geram.

Teddy juga mengaku, baru saja mengunjungi DPRD membahas hal itu. “Saya baru dari DPR,” ujarnya.

Ditengah wabah COVID-19, Kekosongan BBM menyulitkan masyarakat.

Kekosongan BBM  ditengah wabah COVID-19 sangat berdampak kepada pelaku usaha yang mengandalkan BBM diusahanya, diantaranya driver ojol dan supir angkutan umum.

Salah satu supir Angkutan Umum yang enggan disebutkan namanya mengaku, sangat sulit mendapatkan BBM jenis pertalite dan premium. Mau tidak mau ia terpaksa mengisi BBM jenis pertamax dengan harga sangat mahal.

“Masa sekarang ini benar – benar gigit jari. Bensin di SPBU tidak ada, pertalite juga tidak ada, terpaksa isi pertamax,” ujar AN.

Baca Juga : Ambulance Puskesmas Bukan Untuk Antar Jenazah Ke Pemakaman

AN mengatakan, justru dengan BBM jenis Pertamax dengan harga yang mahal tidak sebanding dengan pendapatan.

“Tadi saja saya cari premium di SPBU, petugas melambaikan tangan. Saya isi pertamax Rp.50.000 dari pagi, penumpang cuma 2 orang, saya dapat Rp.15.000, minyak saya sudah habis, makanya siang pukul 11.00 tadi saya pulang kerumah,” kata AN.

Hal senada disampaikan Driver Gojek Malle Alomau.

Malle mengatakan, merasa aneh ketika SPBU langka dengan BBM jenis premium dan pertalite namun banjir di eceran.

“Saya lihat di eceran kios premium dan pertalite ini banyak sekali, sangat aneh. Harganya juga mereka buat kadang Rp.10.000 kadang Rp.12.000,. Terpaksa tetap diisi daripada tidak ada bensin untuk antar orderan,” kata Malle dari balik selulernya

Dikatakan Malle, harga BBM yang tidak seperti biasanya, berdampak bagi pendapatan orderan.

“Serba dilema, kalau kami isi pertamax di SPBU harga juga tinggi, isi bensin juga di eceran harga juga mahal, sementara pendapatan orderan tidak sebanding dengan pengeluaran,” ujar Malle.

Baca Juga : Pria yang Nodai Keponakannya Sendiri, Ternyata Seorang Duda

Sesuai penelusuran Papua selatan Pos, disepanjang Jalan Irian Seringgu misalnya, hampir semua kios di sepanjang jalan itu menjual BBM jenis Pertalite dan Premium. Harganyapun sangat jauh diatas harga di SPBU, untuk jenis premium Rp.10.000 setiap liternya.

Salah seorang pemilik kios di Jalan Irian Seringgu yang enggan disebutkan namanya, mengaku mendapatkan 2 jenis BBM itu dari rekannya. “Kalau saya disini ada yang mengantar, premium saya beli Rp.7.500 perliter, pertalite Rp. 8.500 perliter,” ujar pemilik kios. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *