18 April 2024

Harga Gabah di Mitra Rp.4000, Memberatkan Petani

1

Ilustrasi

Merauke, PSP-Harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp 5.300 sampai di gudang Bulog. Dengan harga Rp 4.000 kepada mitra Bulog justru membuat pendapatan para petani padi di kampung-kampung merosot jauh.

Hal itu disampaikan Kepala Kampung Waninggap Miraf, Labade kepada Papua Selatan Pos dari balik selulernya, Minggu (19/4). Labade mengatakan, dengan adanya peralihan beras ke gabah membuat para petani di kampunya bingung.

Advertisements
Advertisements

“Kami bingung, dengan peralihan ini. Masyarakat penghasilannya khusus petani sudah pasti merosot jauh, harga di mitra diminta 4000,” sebut Labade.

Menurutnya, harga itu tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan saat menanam hingga memanen. “Tidak sesuai dengan pendapatan, karena dari jumlah biaya tanam sampai panennya saja dalam 1 hektar itu rata-rata hampir 10 Juta. Kami memang belum dengar informasi pasti mengenai harga, tapi kalau harga 4000 itu, pendapatan merosot jauh apalagi wabah covid begini,” kata Labade.

Advertisements
Advertisements

Dikatakan, saat ini masuk musim puncak panen. Dan beras di kampung masih terus bertambah. “Sekarang sudah mulai puncak panen, tetap akan melebihi. Dan dalam minggu ini penggilangan juga masih oprasioanal terus,” kata dia.

Advertisements

Dikatakan, peralihan itu justru sangat memberatkan petani. “Dari dolog juga belum turun ke kampung, kami juga belum sosialisasi. Ini memberatkan petani, apalagi dengan musim wabah Corona seperti ini. Baru tiba-tiba harga jatuh begitu,” kata Labade. [ERS-RH]

Advertisements
Advertisements
Advertisements

Advertisements

Advertisements

1 thought on “Harga Gabah di Mitra Rp.4000, Memberatkan Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *