Penanganan Orang Mabuk Mesti Manusiawi
Petugas sedang membawa dua pemuda yang dipengaruhi miras ke sel. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Penanganan bagi orang mabuk harus manusiawi, karena mereka bukan pelaku kejahatan narkoba. Memang, perilaku mabuk itu, ada dampak buruknya, yang membuat orang lain menjadi takut, dengan gaya mereka. Hal itu disampaikan Kapolres Merauke, Ir. AKBP Untung Sangaji,M,Hum, saat menghampiri dua pemuda mabuk yang diamankan petugas SPKT Polres, Senin (26/10).
Orang mabuk tersebut mungkin, bukan bermaksud bikin kacau, tapi dia dalam kondisi tidak baik saja. Bagi petugas, membawa kayu boleh saja, tapi tidak untuk memukul. Jika yang bersangkutan sudah bisa minta maaf, berarti sudah ada kesadaran. Namun, bila mabuknya juga belum hilang, langkah selanjutnya, memasukkan mereka ke ruangan hingga menunggu kondisinya benar-benar sadar.
“Kasih dia makan sampai dia nyaman. Kalau sudah baik, jalan sudah stabil, sudah bisa buat surat pernyataan betul-betul bisa, daru diberi pulang. Itu kita punya saudara-saudara kan. Kalau bukan kita siapa lag,” kata Kapolres. Untuk penanganan kejahatan sendiri, Kapolres juga sudah blusukan ke Pasar Wamanggu, dua hari lalu dan berencana akan memasang CCTV. Hal ini bertujuan untuk bisa memantau kejahatan yang terjadi di sana. “Bila terjadi sesuatu disana, kita bisa baca lewat telepon genggam,” ucapnya.[FHS-NAL]
