Prajurit TNI Bantu Anak-anak Menyeberangi Sungai untuk Pergi Sekolah
Tampak dua prajurit Yonif 516/CY menggendong anak anak untuk menyeberangi sungai.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 516/CY, membantu anak-anak menyeberangi sungai Atakat untuk pergi ke sekolah SDN Tetop yang berada di kampung Tetop, Distrik Iniyandit, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (14/10).
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, S.I.P mengungkapkan apa yang dilakukan oleh anggotanya itu merupakan panggilan kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga perbatasan, khusus anak-anak selaku generasi penerus bangsa.
“Mereka tidak memiliki pilihan lain, karena akses satu-satunya untuk berangkat dan kembali dari sekolah harus melintasi Sungai Atakat yang belum ada jembatanya,” terang Dansatgas, kemarin.
Bantuan yang diberikan tersbeut, guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa saat banjir bandang secara tiba-tiba yang disebabkan curah hujan tinggi. “Waktu sekolah untuk menuntut ilmu sering kali terbuang sia-sia bila aktifitas mereka terkendala dengan derasnya arus sungai saat hujan terus-menerus di daerah tersebut,” ujarnya.
Saat cuaca panas, sebut Dansatgas, aliran sungai bisa dilewati oleh anak-anak sekolah dasar. Namun, begitu curah hujan tinggi, sungai tersebut meluap dan tidak bisa dilewati. Maka itu, personil dari Pos Tetop Satgas Yonif Mekanis 516/CY berinisiatif membantu anak-anak yang akan berangkat dan kembali dari sekolah untuk menyeberangi Sungai Atakat, setiap harinya.
“Tidak hanya anak-anak sekolah, bahkan warga masyarakat yang berada di seberang sungai pun harus melintasi sungai tersebut untuk melakukan aktifitas berkebun setiap hari,” katanya.
Dominggus, salah satu orang tua siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Pos Tetop Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY atas bantuan yang telah diberikan kepada anak-anak mereka.
“Selaku orang tua, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah memberikan bantuan sosial terhadap kami masyarakat kampung Tetop. Kemudian, berupa menyeberangkan anak-anak kami untuk pergi ke sekolah,” katanya mengapresiasi.
Danpos Tetop, Letda Inf Eko Setyo Budi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindakan antisipasi yang dilakukan oleh personel Pos Tetop untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sungai selalu sering meluap dan banjir besar pada musim penghujan yang terus menerus seperti yang sekarang ini, sehingga menyulitkan aktifitas masyarakat. “Bila sudah demikian, anak-anak sekolah terpaksa meliburkan diri karena sungai tidak bisa diseberangi,” pungkasnya.[FHS-NAL]
