Penembakkan Seorang Pendeta Dinilai Hanya Trik Sengaja Mengganggu Kamtibmas di Papua
Manokwari, TP –Penembakkan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani yang terjadi di Kampung Hitadipa, Intan Jaya, Papua, dinilai hanya sebagai trik untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.
Sekretaris Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Brigjen Puja Laksana menuturkan, trik untuk mengganggu kamtibmas di Papua, terlihat dengan isu yang dimainkan bahwa Pendeta Yeremias Zanambani ditembak oleh aparat keamanan TNI-Polri.
Laksana mengatakan, peristiwa tertembaknya Yeremias Zanambani di Kampung Hitadipa, Intan Jaya, Papua, sudah disampaikan dan diterima oleh Menkopolhukam Mahmud M.D.
“Sudah mas, Pak Menteri sudah terima laporan peristiwa itu dan selalu dibahas,” ujarnya kepada para wartawan di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (24/9).
Dikatakan Laksana, Kemenkopolhukam sedang melakukan pembahasan untuk selanjutnya dilakukan penelusuran, sebab pelaku penembakan orang tidak dikenal.
“Itu kita lagi selidiki karena yang jelas yang nembak itu orang yang tidak dikenal, karena seperatis dan kelompok kriminal bersenjata ini kan berbaur dengan masyarakat lain kalau dari militer akan kelihatan,” ujarnya.
Laksana menambahkan, peristiwa penembakan itu, sengaja dilakukan untuk menimbulkan kegaduhan sehingga timbul mosi tidak percaya kepada pemerintah dan aparat keamanan, sehingga bisa dibawa dalam sidang Umum PBB yang berlangsung September 2020 ini.
“Ini sengaja buat kegaduhan sehingga ada bahan untuk dibawa dalam sidang PBB nanti. Itu biasa dan sudah bisa terbaca dan sudah tentu yang atur semua ini dari luar negeri,” tandasnya. [SDR-R1]
