LMA Koroway Kombay Sayangkan Tindakan Kekerasan oleh Oknum Petugas Covid-19 saat Razia Masker
Pertemuan keluarga korban dengan pemerintah daerah dan forkopimda boven digoel di aula kantor bupati. Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Menyelesaikan suatu permasalahan tidak seharusnya menggunakan kekerasan, namun harus dilakukan dengan tangan dingin. Berkaca dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum petugas Cavid-19 pada saat pelaksanaan sweping Masker, itu bukan merupakan salah satu langkah yang positif. Hal ini disampaikan Ketua LMA Koroway Kombay, Adonia Yalangkatu.
Dikatakan Adonia, dalam kasus penganiayaan yang terjadi, dirinya tidak berpihak kepada siapa yang salah dan siapa yang benar. Namun dilihat dari kacamatanya, selalu terjadi kasus penganiayaan yang tidak lain korbannya adalah masyarakat sipil yang nota bene masyarakat asli papua.
Adonia meminta kepada pemerintah daerah dan pihak TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat yang ada, ini merupakan yang pertama dan terakhir kasus penganiayaan terhadap masyarakat asli papua. Namun jika hal seperti ini kembali terjadi, dirinya tidak menjamin masyarakat akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.
“ Pada dasarnya masyarakat dari Distrik dan kampung pedalaman khusunya di Boven Digoel belum memahami aturan-aturan karena dengan adanya keterbatasan SDM, dan karena pada dasarnya mereka yang hidup dikampung tidak terbiasa dengan aturan. Hal inilah yang harus dipahami bersama,” kata Adonia saat memberikan arahan dipertemuan antara masyarakat korban penganiayaan dengan Pemda Boven Digoel, di Aula Kantor Bupati Boven Digoel, kemarin.
Dicontohkanya, terkait dengan Perbub nomor 28 Tahun 2020 terkait dengan reklaksasi Kontektasi Papua, diwajibkan menggunakan masker saat keluar rumah. pada umumnya masyarakat yang berada di pedalaman Boven Digoel belum pahami hal itu, apalagi sosialisasinya hanya di tingkat Kabupaten.
“Yang namanya masyarakat dari kampung yang tidak biasa dengan aturan, katakanlah dia ditahan karena tidak pake masker pasti dia melawan. Saya mau diapakan, sehingga harus memberikan pemahaman supaya mereka mengerti, dengan tidak melakukan kekerasan,” ujarnya. [VER-NAL]
