Aktor Unjuk Rasa Anarkis ‘Diciduk dan Dilumpuhkan’ Aparat Keamanan
Petugas saat melumpuhkan aktor aksi unjukrasa anarkis.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Brawijaya, Selasa (1/9). Aksi unjuk rasa mereka menjurus ke tindakan brutal, dan akhirnya mengundang kehadiran ratusan aparat keamanan gabungan TNI dan Polri. Pasalnya, saat menyampaikan apa yang menjadi unek-uneknya, salah satu pendemo mengeluarkan senjata tajam dan nyaris melukai petugas yang sedang melakukan pengamanan.
Akibat permintaan tidak dipenuhi oleh petugas, akhirnya mereka mengerahkan massa dengan jumlah yang lebih banyak dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Aksi mereka juga diwarnai dengan pembakaran ban dan membawa beberapa spanduk sebagai tanda protes atas Pemilukada 2020.

Karena situasi semakin memanas, aparat keamanan juga ditambah dari unsur TNI guna membantu menghalau massa. Meski begitu, situasi terus makin memanas. Massa terus melempari petugas. Meski, sudah disiram dengan water canon dan tembakan gas air mata, massa masih terus melawan dan semakin anarkis. Akhirnya, satu persatu aktor unjuk rasa diciduk. Sebagian lainnya, dilumpuhkan dengan tembakan. Setelah para aktor berhasil diamankan, massa pun akhirnya berhasil dipukul mundur oleh aparat keamanan.
Demikian rangkaian kegiatan simulasi Sispamkota (Sistem pengamanan kota Merauke) yang diasumsikan adanya aksi unras ( unjuk rasa ) anarkis paska pelaksanaan tahapan Pemilukada tahun 2020 di Kabupaten Merauke. Simulasi tersebut digelar di depan Mako Polres Merauke dan dihadiri oleh Kapolres, Komandan Kodim 1707/MRK, penyelenggara Pilkada ( Ketua KPU, Bawaslu) maupun tokoh-tokoh masyarakat. Dalam simulasi tersebut, ratusan personil Polri dan TNI diturunkan.
Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto,S.IK mengemukakan simulasi tersebut bertujuan agar anggota TNI dan Polri di lapangan dapat mengetahui potensi-potensi apa saja yang terjadi selama pelaksanaan tahapan pengamanan Pemilukada nantinya. Disamping itu, supaya anggota juga mengetahui cara penanganan, tahapan-tahapan penggunaan kekuatan dan perbantuan TNI, pada saat terjadi eskalasi meningkat.
“Dengan simulasi ini, ke depannya tidak ada lagi kesalahan- kesalahan yang dilakukan oleh anggota dalam pelaksanaan tugas. Mereka akan tahu berbuat apa dan bertindak seperti apa jika terjadi kenaikan eskalasi,” beber Kapolres.
Prinsipnya, kata Kapolres, unsur TNI yang ada di Kabupaten Merauke, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU, siap mendukung Polri dalam pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Merauke yang akan berlangsung 9 Desember 2020 mendatang. Untuk pengamanan Pemilukada nanti, 2/3 atau 300 lebih personil Polres Merauke yang diturunkan dibantu Brimob. Kemudian, di back up unsur TNI. “Masing-masing TNI AD,AL dan AU), sudah menyiapkan personil untuk mendukung, berapa banyak pun yang kita minta,” pungkasnya.[FHS-NAL]
