Di Yakyu, Warga Tidak Kenal Anggota Dewan

0
RT03 Yakyu (1)

RT03 Yakyu

Merauke, PSP – Di RT03 Yakyu Kampung Rawa Biru Distrik Sota, para warga tidak mengenal siapa – siapa saja wakil rakyatnya yang ada di DPRD Merauke.  Yang mana, RT ini sudah masuk dalam wilayah Kampung Rawa Biru sejak tahun 2010 silam dan dihuni oleh 28 kepala keluarga (KK) yang keseharian mereka pergi mencari makan ke hutan.

Padahal, beberapa warga yang bermukim disana, sempat mengikuti pencoblosan para anggota legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka ke pemerintah.

“Tidak ada yang kami kenal, karena belum ada yang pernah datang kemari,” ungkap salah seorang warga disana saat berbincang – bincang dengan wartawan media ini, Jumat (21/8).

Hal itu juga dibenarkan Ketua RT 03 Yakyu Lukas Maywa, bahwa belum pernah ada anggota dewan yang berkunjung ke wilayahnya.

“Belum pernah ada, padahal kami sempat memilih waktu itu. Saya sendiri juga sempat memilih salah satu anggota dewan dan dapat kursi juga,” ujar Lukas.

Dikatakan Lukas, sejak adanya perpindagan warga Kanum dari PNG ke Yakyu dikarenakan adanya intimidasi di wilayah PNG, warga disana sudah tercatat sebagai warga Kampung Rawa Biru Distrik Sota Kabupaten Merauke.

“2009 kami semua berpindah dari PNG kemari. Dulunya, sekitaran tahun 70-an orangtua kami berada di Kondo, disebabkan adanya gejolak di Merauke membuat para orangtua kami ketakutan dan lari ke PNG. Nah, waktu berjalan, di PNG kami tidak bebas bergerak, kami mencari makan seperti menjaring, berkebun tidak diperbolehkan oleh warga PNG, hal itu membuat tahun 2009 lalu salah satu orangtua kami disini mengajak kami kembali dan kami temukan tempat ini, saya juga turut ikut dalam perjalanan perpindahan itu,” kenang Lukas.

Di Yakyu, kata Lukas, warga Kanum saat ini sudah bebas bekerja mencari makan. “Sekarang kami sudah bebas, mau bikin apa saja bisa di dusun sendiri. Memang sudah ada perhatian yang diberikan pemerintah, bahkan dana pun kami sudah terima, tapi berbicara anggota dewan belum ada yang pernah kemari,” tutur dia.

Kata Lukas, yang menjadi sulit di Yakyu saat ini ialah mengenai akses komunikasi dan perobatan warga. “Mau telfon tidak bisa, terpaksa ke Rawa Biru pakai ketingting 2 jam. Pustu juga kan tidak ada disini,” ungkap Lukas.

Mengenai identitas kependudukan, warga – warga disana sedianya sudah memiliki identitas seperti KK dan KTP.

Hal senada disampaikan Kepala Suku Yakyu, Dominggus Maywa, bahwa dirinya pun tidak kenal dengan wakil rakyat. “Tidak kenal,” ujar Dominggus seraya mengingat – ingat.

Jika berkunjung ke tempat ini, kita akan disuguhkan dengan area pemukiman warga yang asri sepanjang kurang lebih 200 meter. Disana, juga akan ditemukan sebuah gereja, bangunan sekolah PAUD dan Pos TNI.

Anggota DPRD Merauke Slamet Riyadi saat dihubungi kemarin mengakui, bahwa disana adalah daerah pemilihannya (Dapil). “Untuk terjun langsung kesana memang belum. Tapi aspirasi kami serap di sana. Foto – foto di Yakyu juga sudah kami sampaikan ke dinas untuk membantu perumahan. Kami juga sudah bantu profil tank ke sana melalui kampung Rawa Biru,” ujar Slamet. Kata Slamet, sedianya wakil rakyat tidak akan menutup mata dengan masyarakat. Bukan bercerita tentang mengenai adanya suara atau tidak. “Bukan tentang adanya suara di dapil atau tidak ya, Insyaallah siapapun mereka kami akan kunjungi semua tetapi bergilir, karena wilayah juga banyak. Tapi kami tidak akan menutup mata,” kata Slamet. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *