ISKA Merauke Tetapkan Pengurus Periode 2026–2030
Pengurus Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Merauke, PSP – Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, secara resmi menetapkan susunan pengurus periode 2026–2030 melalui Musyawarah Kabupaten yang digelar pada Jumat (30/1), di Merauke.
Musyawarah berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan. Sidang dipimpin oleh Joseph Albin Gebze, S.IP selaku Ketua Rapat, dengan Krispinus Palobo, M.Pd sebagai Sekretaris Rapat.
Pada akhir sidang, hasil musyawarah dibacakan dan disahkan, sekaligus menetapkan kepengurusan ISKA Kabupaten Merauke periode 2026–2030.
Ketua ISKA DPD Papua Selatan, Joseph Albin Gebze, S.IP, dalam arahannya menekankan pentingnya kekompakan, persatuan, dan kebersamaan sebagai landasan utama pengabdian ISKA di Kabupaten Merauke.
Arahan juga disampaikan Pastor Simon Petrus Matruty selaku Moderator ISKA Kabupaten Merauke.
Ia mengajak pengurus menjadikan ISKA sebagai ruang pengabdian iman, intelektual, dan sosial bagi Gereja dan masyarakat. Sementara itu, Dewan Penasehat ISKA, Fredy Gebze, M.Si, menegaskan peran strategis cendekiawan Katolik dalam menjawab tantangan pembangunan daerah dan bangsa.
Wakil Ketua I terpilih, Vinsen Gebze, dan Wakil Ketua III terpilih, Maria Kandem, menyatakan komitmen untuk bekerja kolektif dan saling mendukung dalam membesarkan organisasi.
Ketua DPC ISKA Kabupaten Merauke terpilih, Isaak RJ Layan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musyawarah Kabupaten ISKA Merauke. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga komunikasi dan komitmen menjelang pelantikan.
“Ke depan kami akan melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat tim pengurus. Saya berharap seluruh anggota tetap menunjukkan komitmen hingga pelantikan,” ujar Isaak.
Pelantikan Pengurus ISKA Kabupaten Merauke periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari 2026 oleh DPP ISKA Indonesia untuk wilayah Provinsi Papua Selatan. Musyawarah ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran cendekiawan Katolik dalam pengabdian kepada Gereja, bangsa, dan negara dengan semangat Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia. [ERS-NAL]
