Pemda Boven Digoel Kirim Sampah Plastik Perdana dan Mendapatkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan Provinsi
Pengiriman perdana botol plastik oleh Pemda Boven Digoel
Tanah Merah, PSP – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman perdana limbah botol plastik hasil pemilahan masyarakat, dan dunia pendidikan dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Boven Digoel yang dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan Provinsi.
Bupati Boven Digoel Roni Omba dalam sambutannya pada Pelepasan pengiriman perdana limbah botol plastik menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah dari sumbernya. Pemilahan sampah, khususnya sampah plastik, merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kelestarian alam di Kabupaten Boven Digoel.
Roni Omba menegaskan bahwa, persoalan sampah menjadi tantangan yang semakin kompleks, seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari partisipasi aktif masyarakat sebagai penghasil sampah utama.
Dalam konteks mitigasi bencana, Bupati Roni Omba juga menekankan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga merupakan bagian dari upaya pencegahan dampak lingkungan, termasuk meminimalkan risiko banjir akibat penumpukan sampah.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menyerahkan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan Tingkat Provinsi kepada sekolah-sekolah yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Program Adiwiyata dinilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan, berbudaya bersih, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Pertanahan Kabupaten Boven Digoel, Debora Itta, S.T., M.Kes., menjelaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Debora menjelaskan, Pengelolaan sampah terdiri dari dua bagian utama, yaitu pengurangan dan penanganan. Pengurangan dilakukan melalui prinsip 3R, Reduce, Reuse, dan Recycle, sementara penanganan meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir.
Ia mengungkapkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi isu serius di Kabupaten Boven Digoel. Dengan jumlah penduduk sekitar 71 ribu jiwa, estimasi timbulan sampah mencapai sekitar 26,8 ton per hari. Namun saat ini, penanganan sampah baru difokuskan di Distrik Mandobo dengan produksi sekitar 12,70 ton per hari.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus mendorong pengembangan Bank Sampah yang didukung Dana Otonomi Khusus dan dikelola oleh Orang Asli Papua, salah satunya di Kampung Mawan. Keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir.
“Selama ini pengelolaan sampah masih didominasi metode kumpul, angkut, dan buang. Padahal, sampah seharusnya dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Komitmen pelestarian lingkungan juga ditunjukkan oleh dunia pendidikan. SD Inpres Tanah Merah berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional melalui Program Adiwiyata. Terkait hal tersebut. Kepala Sekolah SD Inpres Tanah Merah, Magdalena Kambian, menyampaikan bahwa program tersebut berawal dari sosialisasi lomba Sekolah Adiwiyata dan berkembang menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat luas, guna mewujudkan Boven Digoel yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. “Program Adiwiyata mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana. Melalui keteladanan guru dan keterlibatan peserta didik, budaya cinta lingkungan kini tumbuh di sekolah kami. Lingkungan sekolah kini tampak lebih hijau, bersih, melalui penanaman tanaman, pembiasaan hidup bersih, serta penggunaan energi secara hemat dan bertanggung jawab. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama Kabupaten Boven Digoel dan Papua Selatan ke tingkat nasional,”jelas Makdalena.[VER-NAL]
