Guritno : Papua Selatan Miliki Potensi dan Risiko Geologi Tinggi

0
FGD kajian pemetaan geologi dalam siklus lingkungan hidup Provinsi Papua Selatan.

FGD kajian pemetaan geologi dalam siklus lingkungan hidup Provinsi Papua Selatan.

Merauke, PSP – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menyebut Provinsi Papua Selatan memiliki kekayaan geologi yang luar biasa, mulai dari pegunungan tinggi, kawasan pesisir, rawa, hingga dataran rendah yang luas.

Namun, di balik potensi tersebut, wilayah ini juga menghadapi risiko geologi yang cukup tinggi, seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir.

“Papua Selatan memiliki kekayaan geologi yang luar biasa, tetapi juga menyimpan risiko yang besar. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi geologi menjadi sangat penting,” kata Guritno dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kajian Pemetaan Geologi dalam Siklus Lingkungan Hidup yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Selatan di Hotel Sunny Day Merauke, Senin (27/10).

Menurut Guritno, kajian ini bertujuan untuk memahami kondisi geologi wilayah, mengidentifikasi potensi risiko, serta merumuskan langkah-langkah mitigasi bencana yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

“Sebagai daerah otonom baru, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempercepat peningkatan mutu pelayanan pemerintahan di semua tingkatan mulai dari kampung, distrik, kabupaten, hingga provinsi,” ujarnya.

Salah satu bentuk tanggung jawab itu, lanjutnya, adalah penyusunan peta dasar geologi lingkungan yang akurat dan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Kajian tersebut juga mencakup identifikasi struktur permukaan tanah, analisis potensi risiko geologi yang mengancam masyarakat, serta penyusunan rekomendasi mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan.

Melalui kajian ini, kami berharap lahir rekomendasi teknis dan kebijakan yang tidak hanya memperkuat mitigasi bencana, tetapi juga mendorong pengelolaan SDA yang efisien, berkeadilan, dan berkelanjutan. Hasilnya harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya orang asli Papua,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Guritno mengapresiasi tim tenaga ahli dari Universitas Musamus Merauke yang terlibat dalam kajian ini. Ia menyebut peran akademisi penting untuk memastikan hasil penelitian memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat diimplementasikan dalam kebijakan daerah.

“Tim ahli akan turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data. Hasilnya akan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan yang efektif dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Guritno juga mengajak seluruh pemangku kepentingan agar bersatu mengawal pembangunan Papua Selatan dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sektoral. “Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai wadah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan Papua Selatan yang tangguh, lestari, dan berdaya saing,” katanya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *