200 Hektar Lahan ”Program Cetak Sawah” di Kampung Bokem Terbengkalai
Petani di kampung Bokem tengah menanam padi.
Merauke, PSP – Sebanyak 200 hektar lahan pertanian di Kampung Bokem, Kabupaten Merauke, yang disiapkan untuk mendukung program oplah cetak sawah 40.000 hektar, saat ini terbengkalai.
Kepala Kampung Bokem, Petrus Basik-Basik, menyebutkan hingga kini lahan tersebut terbengkalai dan tidak disentuh.
“Sekarang ada 200 hektar lahan disini terbengkalai. Karena pintu air tidak ada. Pohon kayu bus sekarang sudah tumbuh besar-besar,” ujar Petrus saat ditemui di Kampung Bokem, Sabtu (13/9).
Tidak tersedianya pintu air, alat pertanian, dan jalan tani jadi permasalahan.
“Yang menjadi kendala utama adalah tidak adanya pintu air. Kalau pintu air bisa dikoneksikan, aliran air bisa dikendalikan. Tapi sekarang, air asin masuk saat musim tertentu dan bisa menyebabkan padi mati,” lanjutnya.
Dari total 295 hektar lahan yang ditetapkan di Bokem untuk mendukung proyek cetak sawah nasional, hanya sekitar 8 hektar yang saat ini ditanami padi. Sisanya dibiarkan terbengkalai dan mulai dipenuhi pohon liar.
Petrus juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan video call dengan pengusaha Haji Isam dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi oleh mantan Kasatgas Pangan Mayjen Rizal. Dalam percakapan tersebut, Haji Isam disebut telah menyatakan kesiapan menyediakan alat berat untuk pengerjaan cetak sawah di Bokem.
“Waktu itu Haji Isam bilang, ‘Bapak arahkan saja, operator akan kerjakan.’ Tapi sampai sekarang, tidak ada realisasinya,” kata Petrus.
Ditambahkan, Petrus mengaku telah menyampaikan persoalan pintu air secara langsung kepada Menteri Pertanian saat kunjungan ke Merauke, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Sebelumnya, Mentan Amran menyerahkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian di Merauke, termasuk alat mesin pertanian dan benih unggul.
Bantuan tersebut sepenuhnya untuk mendukung produksi padi petani Merauke, dengan target perluasan lahan pertanian dari 40.000 hektar menjadi 1.000.000 hektar.
“Saat ini kita mulai dengan 40.000 hektar, dan akan dikembangkan menjadi 1.000.000 hektar. Jika tercapai, kita bisa menghasilkan 15.000.000 ton gabah atau sekitar 8.000.000 ton padi. Ini bisa menjadi cadangan pangan kita. Ini bukti keseriusan kami, dalam satu bulan ini saya sudah tiga kali ke Merauke,” ucap Mentan Amran. Menurutnya, pertanian merupakan sektor vital bagi suatu bangsa. “Pertanian adalah sektor paling vital. Kalau pertanian bermasalah, negara bisa bermasalah. Kami berterima kasih kepada teman-teman TNI, Polri, seluruh masyarakat, Pemprov, Pemkab, semua yang terlibat,” pungkas dia. [ERS-NAL]
