Minarto Sebut Proses Pengolahan hingga Golden Time jadi Titik Kritis dalam Keamanan Pangan pada Program MBG

0
Minarto

Minarto

Merauke, PSP – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten Merauke mulai diperluas. Terbaru, program MBG diberikan bagi anak-anak di SD Inpresi Gudang Arang, Senin (4/8).

Program Nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo tersebut sudah berjalan sejak tahun ini dan hingga saat ini program tersebut telah berjalan dengan baik. Namun begitu, ditemukan beberapa kejadian keracunan makanan di beberapa daerah dari program MBG tersebut.

Sebagai upaya untuk mencegah kejadian tersebut terjadi di kabupaten Merauke, Loka POM Merauke sebagai badan yang melakukan pengawasan obat dan makanan memberikan bantuan kepada SPPG dan juga badan Gizi terkait keamanan pangan.

Kepala Loka POM Merauke, Minarto mengatakan beberapa upaya dilakukan guna memastikan makanan yang diberikan kepada anak sekolah dalam program MBG ini aman, salah satunya dengan melakukan kitchen inspeksi baik dapur sehat yang berada di Kodim maupun yang terbaru yaitu dapur sehat Yayasan Putri Papua Selatan.

“ Kitchen inspeksi yang kita lakukan adalah kesiapan sarana-prasarana, alur proses produksinya, penyimpanan bahan bakunya seperti apa, pengolahan bahan bakunya yang segar seperti apa, sanitasi, kita lakukan inspeksi. Itu dimaksudkan untuk mencegah Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan,” katanya saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon, Selasa (5/8).

Selain itu, peralatan pekerjanya seperti penggunaan masker, sarung tangan, tutup kepala itu juga penting agar jangan sampai ada kontaminasi terhadap makanan yang akan diberikan kepada anak sekolah.

“ Kemudian kita beritahu juga bagaimana golden time setelah diproduksi itu, jangan sampai diproduksi kelamaan diantar ke sekolah juga terlalu lama akhirnya dimakan anak-anak sudah kondisi melewati golden time. Kita harapkan pada saat packaging sampai dimakan itu maksimal 4 jam,” jelas Minarto.

Minarto menegaskan, titik kritis keamanan pangan adalah pada saat pengolahan dan pemberiannya kepada anak-anak dan itu perlu diperhatikan dengan serius.

“ Titik-titik kritis itu yang paling penting,” sambungnya.

Namun begitu, dirinya melihat pelaksanaan MBG di kabupaten Merauke hingga saat ini sudah berjalan dengan baik dan diharapkan kejadian keracunan makanan di beberapa daerah tidak terjadi di Merauke. “ Kita berharap tidak ada kejadian dan kita terus berkomunikasi dan kita cek dilapangan masih berjalan bagus, mereka pakai bahan bakunya yang baik dan penyimpanannya tersedia bagus tapi kita akan survei lagi karena semakin bertambah inikan risiko semakin besar tapi untuk saat ini sudah berjalan cukup bagus,” pungkasnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *