Tidak Adanya Pendampingan Pasien, Isoman Dikeluhkan

0
Tim Satgas Covid-19 Kampung Muramsari Saat Tangani Pasien Isoman (2)

Tim Satgas Covid-19 Kampung Muramsari Saat Tangani Pasien Isoman. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Pemerintah Kampung Muram Sari, Distrik Semangga mengeluhkan atas tidak adanya pendampingan dari pihak Puskesmas setempat kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kampung Muram Sari, Sugeng Riyanto menyebutkan bahwa saat ini setidaknya ada 8 orang warganya yang telaah terpapar covid-19, namun tidak diberi tindakan lanjutan dengan pendampingan.

“Kemarin coba lapor ke satgas distrik, ternyata mereka tidak ada tindak lanjut sampai sekarang. Kami minta paling minim ada tenaga kesehatan, walau mereka karantina mandiri, pengawasannya dari tenaga kesehatan kan harus tau. Tapi mereka hanya minta data yang positif saja,” terangnya melalui sambungan telepon, Kamis (22/7/2021).

Lebih jauh, Sugeng mengaku bahwa pihak rumah sakit malah meminta pemerintah kampung untuk membawa sendiri pasien positif covid-19 dengan gejala sedang ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Tidak ada (pendampingan dan konsultasi dari puskesmas), arahanya cuma suruh bawa kesena. Sementara yang mau pakai membawa ini kendaraan siapa. Sementara kalau orang sudah tau positif, yang ngak ada orang yang mau dipakai kendaraannya,” tambahnya.

Sementara untuk mendampinggi pasien isoman, Sugeng mengaku pemerintah kampung telah membentuk tim covid, dengan kemampuan terbatas untuk melakukan pendampingang sementara waktu.  “Kami memang dari kampung kan memang membentuk tim satgas covid, tapi ya namanya orang kampung, kemampuannya begitu,” ujarnya. Adapuan masing-masing Isoman saat ini yang bergejala ringan ada 5 orang, tanpa gejala 1 orang, dan dengan gejala sedang 2 orang. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *