Operasi Pencarian ABK Dihentikan
Penutupan pencarian ABK yang jatuh di laut Arafuru dipimpin Kepala SAR Merauke Supriyanto. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Tujuh hari tim rescue SAR Merauke bergelut dengan angin dan ombak mencari keberadaan ABK atas nama Mochammad Ainul Rofi (29 tahun) yang terjatuh ke Laut Arafuru saat menjaring ikan, sayangnya pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
Sementara Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian dan petolongan , 7 hari adalah batas maksimal pencarian. Atas dasar itu, tim rescue penyelamat dipimpin Kepala Kantor SAR Merauke Supriyanto Ridwan,SE resmi menghentikan pencarian terhadap nelayan yang jatuh di Laut Arafuru. Menurut keterangan tertulis Basarnas Merauke, area pencarian yang menjadi konsentrasi tim pencari di lapangan sudah sangat luas hingga mencapai perairan distrik Okaba (Perhitungan SAR MAP).
Setudaknya ada 6 armada laut dikerahkan untuk mencari Rofi di lapangan baik milik Basarnas maupun kapal-kapal milik nelayan lainnya. Di atas kapal Rescue Boat 223 yang bersandar di dermaga Perikanan Merauke yang dihadiri oleh keluaga korban dan pemilik kapal, pencarian Rofi dinyatakan ditutup.
Supriyanto mengatakan, tim reacue telah berupaya melakukab pencarian di lapangan dan cakupan wilayah pencarian sejak hari pertama hingga hari ketujuh ini sampai ke wilayah perairan Okaba
“Kami telah berupaya maksimal mengerahkan kekuatan yang kami punya, namun sampai hari ini hasilnya nihil,” ujar Supriyanto kemarin.

Supriyanto menambahkan bahwa pengerahan unsur potensi SAR di lapangan dirasa cukup maksimal namun Yang Maha Kuasa berkehendak lain.
“Hati-hati jika ada oknum yang mengatasnamakan Basarnas dan meminta sejumlah uang kepada bapak, saya pastikan itu bukan kami karna kami tidak memungut biaya untuk operasi SAR,” pesan Supriyanto kepada pemilik kapal. Supriyanto mengatakan, bahwa penghentian pencarian itu didasari atas kesepakatan bersama.
“Sudah tidak efektif lagi, maka atas kesepakatan bersama maka operasi SAR terhadap korban atas nama Mochammad Ainul Rofi dinyatakan ditutup,” ujarnya.
Setelah ini, lanjutnya, tetap akan dilaksanakan pemantauan terhadap keberadaan korban, jika kedepannya ditemukan atau ada laporan mengenai keberadaan korban maka operasi SAR akan dapat dibuka kembali. Sebelumnya, Rofi dilaporkan terjatuh dari atas kapal Sekian Jaya pada tanggal 3 Mei lalu di perairan Laut Arafuru dengan jarak sekitar 39 km dari dermaga Merauke. [ERS-NAL]
