Judi Togel Makin Marak di Merauke

0
Togel

Di tengah masa pandemi makin hari, judi Togel alias toto gelap semakin marak di Merauke. Bahkan penjualan si kupon putih itupun semakin menjamur dan terang-terangan. Para penjualpun tidak lagi sungkan atau takut memajang nomor yang keluar, SHIO, ataupun prediksi nomor yang akan keluar di pintu ataupun di dinding kios. Pihak keamananpun terkesan menutup mata dengan maraknya judi Togel di kota rusa ini.

Tidak hanya itu, menjelang jam tutup togel, para pemasang rela antri untuk memasang nomor andalannya. Mereka berharap nomor yang ia dapatkan dari mimpi, merumus atapun dari kode alam bisa tembus untuk sejumlah uang. Para pecandu togelpun bervariasi, mulai dari orang yang memliki ekonomi kuat yang hanya untuk iseng-iseng saja memasang togel, sampai orang melarat yang berharap mendapatkan uang banyak dengan cara instan.   

Faktanya judi togel telah menjadi penyakit sosial di masyarakat Merauke. Jika tak waspada, ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi bisa menjadi pendorong seseorang untuk berusaha mendapatkan uang dengan cara instans lewat judi togel. Padahal dari judi yang berubah jadi candu itulah masyarakat dibuat miskin, terpuruk secara sosial, ekonomi, dan moral.

Tim redaksi Papua selatan Pos mencoba mengumpulkan tanggapan-tanggapan masyarakat dengan maraknya Togel di masa pandemi ini. Berikut ini beberapa tanggapan masyarakat dengan semakin maraknya togel di Merauke.

Berdampak Buruk Bagi Masyarakat

Menurut Sebastianus, seharusnya keberadaan lapak Judi Togel yang marak di Merauke menjadi perhartian khusus aparat. Ia beranggapan, adanya judi togel membuat masyarakat menjadi malas bekerja dan maunya menghasilkan uang secara instan. “ Menurut saya, mungkin masyarakat kan lagi susah karena Covid-19 dan pengennya gampang dapat uang, kenyataannya uang itu habis untuk togel jadi percuma juga. Syukur-syukur kalau di masa susah begini pasang togel dapat, kalau tidak yah sudah rugi, apalagi uang yang di pakai untuk konsumsi sehari-hari,” ucap Sebastianus, yang berstatus mahasiswa di Universitas Musamus.[JON]

Pandemi Menjadi Dalih Untuk Lakukan Yang Dilarang

Merauke, PSP – Wakil Sekretaris MUI Merauke, Sugeng Slamet Sugondo menilai bahwa merosotnya ekonomi akibat pandemi menjadi dalih untuk melakukan pembenaran perbagai kegaitan yang mulanya tabu dan dilarang oleh hukum agama dan negara.

“Dampak pandemi menjadi dalih banyak orang untuk menilai bahwa yang dulunya tidak wajar, menjadi wajar. Sementara, penegak hukum seakan-akan membiarkan hal tersebut, atau sulit mengambil tindakan dengan alasan ekonomi,” katanya kemarin.

“Sebenarnya hal-hal yang dilarang, meskipun ada pandemic itu tidak dibenarkan juga ketika kemudian dibiarkan. Karena togel kan kecaduan. Kalau dibiarkan, pendemi ini kan lama, maka akhirnya akan terus berlanjut. Ketika dibiarkan, efek pencegahannya akan menjadi sangat sulit,” tambahnya. Sugondo mencontohkan seperti anak kecil, kalau tidak disapih, dia akan terus menyusu sampai dewasa. Dalam teori pembiasaan adalah jika kegiatan itu dilakukan selama 2 pekan berturut-turut itu sudah menjadi adat kebiasaan. Demikian dengan togel, jika dibiarkan lebih dari 2 pekan, maka ia akan menjadi kebiasaan dan akan sulit dihentikan,” pungkasnya. [WEND]

Seharusnya Ditindak Tegas

Menurut Dekki, maraknya lapak Judi Togel di Merauke sudah meresahkan masyarakat, terlebih lagi di masa sulit akibat Pandemi Covid-19 ini. untuk itu Dekki berharap kepada aparat penegak hukum untuk menutup lapak-lapak yang melayani Judi togel tersebut. “ Judi togel itu kan ilegal, jadi ya sudah pasti keberadaannya itu dilarang. Jadi kalau di Merauke ini marak sudah seharusnya ditindak secara tegas, apalagi di masa pandemi kaya sekarang ini masyarakat lagi susah,” ucap mahasiswa semester 6 tersebut.[JON]

Aparat Keamanan Harus Bertindak

Merauke, PSP – Tokoh masyarakat Timotius Gedi berharap ada langkah bijak yang diambil pemerintah dan pihak aparat keamanan berkaitan maraknya penjualan kupon putih di Merauke.
Gedi mengakui, penjualan kupon putih juga terlihat tanpa menerapakan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19. “Dari sisi agama barang ini tidak diperkenankan. Kami berharap ada langkah bijak dari pemerintah dan aparat keamanan untuk mengatasi ini. Karena saya lihat memang banyak sekali (jual togel) di kios – kios, padahal masih banyak pekerjaan yang boleg dilakukan. Kami pikir aparat kepolisian harus bertindak soal ini,” kata Timo Gedi. [ERS]

Tidak Berkah, Bikin Sengsara, Jauhi…

Merauke, PSP – Muhammad Armin, salah satu pentolan di Ormas Islam Muhammadiyah Merauke ini mengajak agar masyarakat menjauhi togel dan sejenisnya. Yang mana, selain dilarang oleh agama, secara empirik togel seringkali malah akan membawa pada masalah yang lebih besar, alih-alih memberikan solusi keuangan.

“Tolgel, Judi adalah tipu daya setan, itu sangat tidak dibenarkan oleh agama dan dibenci oleh tuhan. Orang akan ketagihan dan itu hanya memberikan harapan palsu. Sebaiknya harus dijauhi,” tegasnya, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, ia mengajak kepada masyarakat agar tetap bersabar, meski sedang kesulitan ekonomi akibat pandemi. Ia juga berharap kepada masyarakat yang memiliki rezeki lebih, agar mau memberikan sebagian hartanya kepada saudara atau tetangga yang sedang dalam kesulitan. “Masyarakat tetap bersabar, meskipun sedang susah jangan mengambil jalan pintas. Karena meskipun hasilnya kelihatan banyak, tapi sebenarnya tidak berkah dan tidak membawa manfaat. Bagi orang kaya, jangan lupa bersedekah. Bagikan sebagian hartanya kepada yang tidak mampu agar hartaya menjadi berkah dan orang susuh menjadi terbantu,” ajaknya. [WEND]

Prihatin, Jaman Sekarang Masih percaya Togel

Yeti, Ibu Rumah Tangga  satu ini, punya tanggapan tersendiri mengenai togel. Ia merasa prihatin, masih saja ada orang yang pasang togel.

“ Saya merasa prihatin, mengapa mereka masih berharap mendapatkan uang dari togel. Saya yakin, tidak ada yang kaya karena togel, karena orang yang pasang togel pasti penasaran. Setelah ia menang, pasti dia pasang lagi dan lagi, terus kalah,” kata wanita yang memiliki usaha kuliner ini.

Ia menyarankan lebih baik lagi uang yang dipakai beli togel digunakan untuk yang lebih bermanfaat. “ Masih banyak yang lebih bermanfaat selain membeli togel. Lebih baik uangnya dipakai beli makannan atau yang berguna lainnya,” ujar wanita berdarah jawa ini.(NAL)

Buang-buang  Uang Saja

Bagi Ibu Ursula, Togel atau judi nomor tidak ada manfaatnya, malah buat tambah orang menjadi miskin saja. Wanita asal timur yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga ini, menganggap togel hanya buang uang saja.

“ Togel itu hasutan setan. Awalnya kita dikasih menang, tapi lama-lama dikasih kalah dan dibuat penasaran terus. Lebih baik digunakan yang lebih berguna, misalnya seperti untuk beli bumbu dapur atau untuk uang jajan anak,” kata wanita yang memiliki senyum manis ini.

Ia juga merasa heran, penjual togel semakin hari semakin berani menampakan diri. Kalau dulu penjual togel masih sembunyi-sembunyi membuka lapak togelnya, tapi sekarang sudah terang-terangan.

“ Yang lebih heran lagi di jalan kuda mati ada penjual togel yang membuka lapaknya tidak jauh dari Pos keamanan. Tapi sepertinya para petugas menutup mata dan membiarkan adanya transaksi togel tersebut. Ya, kalau kita masyarakat mau buat apa, kasi biar saja,” ujarnya. (NAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *