Obor Satu Abad GPdI Tiba di Merauke
Api obor pantekosta tiba di Merauke. Foto: PSP/ERS
“Supaya terang Kristus menerangi seluruh wilayah”
Merauke, PSP – Obor penerang bagi seluruh umat, memperingati 100 tahun GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) berdiri di Indonesia tiba di Kabupaten Merauke, Senin (1/3).
Peringatan 100 tahun GPdI sejak masuk ke Indonesia 21 Maret 1921, di Papua 21 Juni 1970 dan di Papua Selatan 23 September 1947 dibawa langsung, oleh Pdt. Sony Manoa,.M.Th mewakili Ketua Majelis Daerah GPdI Papua.
Obor yang disebut api obor pantekosta itu, dinyalakan dan langsung diserahkan kepada majelis jemaat GPdI wilayah Papua Selatan di VIP room Bandara Mopah. Selanjutnya umat melaksanakan ibadah di GPdI jemaat Betesda dan langsung membawa api obor pantekosta menuju Sota dan Kurik.

“Api obor pantekosta akan menerangi seluruh umat di wilayah Papua Selatan,” ujar Pendeta Sony sembari menyerahkan api obor tersebut.
Wakil Ketua II Majelis Daerah GPdI Papua Wilayah Papua Selatan, Vence B. Sanger menjelaskan bahwa sebelumnya api obor pantekosta sudah menerangi wilayah Sabang. Dan dari sana, api obor dibawa ke provinsi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat dan Papua Merauke.
“Api obor pantekosta tiba di Merauke untuk menerangi seluruh umat. Nantinya obor akan kembali ke Bali dimana Bali merupakan tempat awal berdirinya GPdI di Indonesia,” ujar Vence kepada wartawan di VIP room Bandara Mopah.
Api obor pantekosta, kata Vence, hanya akan bermalam satu malam di Merauke.

“Bermalam satu malam di Merauke. Kami akan membawa ke Sota karena adalah perbatasan RI-PNG disana juga ada gereja pantekosta. Di Kurik juga demikian, karena salah satu pioner perintis GPdI di Papua Selatan ada di Kurik,” ungkap Vence.
Vence katakan, bahwa makna api obor pantekosta ialah untuk menerangi seluruh wilayah beserta umatnya. “Supaya terang Kristus menyala terus di wilayah Indonesia agar Indonesia damai,” kata Vence.
GPdI di wilayah Papua Selatan sudah ada sejak 51 tahun lalu. Kini GPdI wilayah selatan sudah memeluk sebanyak 53 jemaat baik di Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel.
Ditempat yang sama Ketua Panitia Peringatan 100 tahun GPdI di Papua Selatan Pdt. Jeffry Rengkung mengatakan gereja pantekosta masuk di Papua dimulai dari Sorong yakni Kampung Baru dan menyebar ke Papua Selatan.

“Gereja pantekosta dimulai dari Amerika Serikat 1921. Dibawa oleh 2 misionaris berangkat menggunakan kapal dan tiba di Bali 21 Maret tahun itu. Dari Bali Pantekosta menyebar ke pulau Jawa di daerah Cepu dari sana ke Betawi dan menyebar ke seluruh Indonesia, dari sini lah lahir gerakan – gerakan karismatik. Maka cikal bakal gereja pantekosta bersamaan dengan Muhammaddiyah juga Katolik,” Pendeta Jeffry menceritakan.
Dilanjutkan, bahwa dari pemerintah Belanda, gereja pantekosta mendapat ijin beroprasional di Indonesia pada tahun 1937 dan kemudian di perbaharui pada tahun 1973 dan sampai sekarang. “Maka gereja pantekosta sekarang sudah sampai di Mancanegara termasuk di PNG. Keberadaan gereja pantekosta di Indonesia sampai saat ini ada kurang lebih 25 ribu sidang jemaat atau gembala sidang,” pungkas Pendeta Jeffry. [ERS-NAL]
