TPID Merauke Sidak Pasar Jelang Idul Fitri, Pastikan Harga Sembako Stabil

0
TPID Merauke saat melakukan sidak di Pasar Wamanggu

TPID Merauke saat melakukan sidak di Pasar Wamanggu

Merauke, PSP – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Merauke melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Wamanggu guna memantau harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, Selasa (10/3). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Yermias Ndiken, mengatakan sidak pasar dilakukan atas instruksi pimpinan daerah guna memastikan kestabilan harga menjelang hari besar keagamaan.

“ Atas rekomendasi pimpinan daerah, Bapak Bupati menginstruksikan kepada kita Tim Pengendali Inflasi tetapi juga bahan pokok makanan untuk bagaimana mengecek di pasar itu kestabilan harga,” ujar Yermias.

Menurutnya, pemantauan harga menjelang hari raya penting dilakukan karena biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.

Ia menambahkan, jika terjadi kekurangan pasokan atau lonjakan harga di pasaran, pemerintah daerah akan mengambil langkah dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah melalui kerja sama dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional.

“ Tetapi kemudian kalau itu ada kekurangan dan harga naik, mungkin dari kebijakan pemerintah bisa datangkan dari luar bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional,” jelasnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai yang sering mengalami fluktuasi harga. Yermias menyebut harga cabai normalnya berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, namun saat terjadi kelangkaan bisa melonjak hingga Rp160 ribu.

“ Biasanya cabai itu kalau dia rata-rata itu dia ada di 80 ribu, kalau terendah sekali dia ada di 80-90 ribu tapi kemudian kalau ada kelangkaan dia bisa naik sampai 160 ribu,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa petani cabai sempat meminta pemerintah agar tidak mendatangkan pasokan dari luar daerah. Namun pemerintah tetap menegaskan bahwa kestabilan harga harus dijaga.

“ Kebijakan yang pemerintah ambil itu mendatangkan dari luar tetapi kemudian dari para petani cabai yang meminta mohon kepada kami, jangan bawa dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan komunikasi dengan para petani agar harga tetap berada pada batas wajar.

“ Tetapi di situ ada kerjasama atau ada pembicaraan kalau engkau (petani) menaikkan terlalu tinggi berarti kami datangkan dari luar, tetapi kalau mengikuti kami dengan kestabilan yang ada, bisa itu di 80-100 ribu jangan terlalu tinggi,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa jika terjadi kelangkaan komoditas di pasar, pemerintah tetap akan mengambil langkah memasok dari luar daerah guna menjaga ketersediaan dan kestabilan harga. “ Tetapi kemudian kalau itu terjadi kelangkaan, yang harus kita lakukan itu memasok dari luar,” tutupnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *