Safanpo: Aksi saling tembak TNI/Polri dan KKB, perekonomian di Yaniruma tak berjalan baik
Apolo Safanpo
Merauke, PSP – Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendistribusikan bantuan logistik ke Kampung Danowage dan Distrik Yaniruma pascapenembakan pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (11/2) lalu.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (20/2), menyebutkan aksi saling tembak antara aparat TNI/Polri dan KKB berdampak pada lumpuhnya aktivitas perekonomian masyarakat setempat sehingga kebutuhan bahan makanan mendesak.
“Sehingga kita mengumpulkan bahan makanan, baik TNI/Polri maupun pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten Boven Digoel, namun susah didistribusikan saat itu,” ujarnya.
Distribusi sempat terkendala setelah Kementerian Perhubungan menunda sementara penerbangan perintis dari dan ke Danowage–Yaniruma dengan alasan keamanan. Pemerintah daerah kemudian mengajukan permohonan izin khusus agar bantuan dapat dikirim.
Pada Kamis (19/2/2026), Kemenhub akhirnya memberikan izin sehingga bantuan logistik berupa bahan makanan dapat diterbangkan ke lokasi terdampak.
Apolo menegaskan, komunikasi dan kolaborasi antara Pemprov Papua Selatan, Pemkab Boven Digoel, serta aparat TNI/Polri menjadi kunci percepatan penanganan, baik evakuasi maupun distribusi bantuan.
“Kedepan kita akan terus membantu sampai situasi kamtibmas benar-benar pulih dan aktivitas perekonomian masyarakat normal kembali,” katanya.
Ia menambahkan, pendampingan aparat keamanan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan logistik pemerintah.
Sebelumnya, pesawat PT Smart Air Aviation dengan nomor registrasi PK-SNR ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2). Pesawat yang terbang dari Tanah Merah itu membawa 13 penumpang. Saat insiden terjadi, pilot, co-pilot, dan penumpang sempat menyelamatkan diri ke hutan. Namun pilot Kapten Egon dan co-pilot Baskoro dilaporkan tewas setelah ditemukan dan dieksekusi oleh kelompok bersenjata tersebut. [ERS-NAL]
