Puluhan Peserta dari Berbagai Etnis dan Komunitas Meriahkan Pawai Budaya HUT ke-124 Kota Merauke
Bupati Yoseph melepas peserta Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-124 Kota Merauke
Merauke, PSP – Sebanyak kurang lebih 43 peserta dari berbagai etnis dan komunitas turut memeriahkan karnaval atau pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 Kota Merauke, Sabtu (7/2). Pawai budaya ini menjadi rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kota Merauke.
Karnaval dimulai dari depan Kodim 1707/MRK, menyusuri Jalan Raya Mandala dan Jalan Ahmad Yani, lalu berakhir di depan Kantor Bupati Merauke. Para peserta menampilkan beragam busana adat dan atraksi budaya sebagai simbol keberagaman masyarakat yang hidup di Bumi Animha.
Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HUT ke-124 Kota Merauke merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah terbentuknya kota yang sarat dengan dinamika, namun juga penuh kasih dan penyertaan Tuhan.
“ Tanggal 12 Februari 1902 tanggal yang bersejarah bagi kita semua yang saat ini mendiami Bumi Animha. Tanggal ini mengingatkan kita bahwa Kota Merauke ini awalnya merupakan daerah perburuan antara marga antar suku di tempat ini, tetapi karena kasih Tuhan kita semua bisa hadir hingga saat ini karena pemerintah dan juga gereja telah meletakkan satu fondasi penting bagi sejarah Kota Merauke,” katanya.
Ia menegaskan bahwa terbentuknya Kota Merauke tidak terlepas dari peran para leluhur, khususnya orang asli Marind, seperti masyarakat Imbuti, Kamizaun, Yobar, Payum, serta masyarakat pesisir yang dengan keterbukaan hati menerima peradaban baru di atas tanah mereka.
“ Sehingga hari ini mereka berada di barisan terdepan karena mereka lah yang terdepan untuk menerima segala sesuatu yang ada saat ini. Pada momen yang penting ini saya juga berharap kita semua yang ada di Kota Merauke perlu memberikan penghargaan, penghormatan terhadap orang asli Marind khususnya masyarakat Imbuti yang saat ini berada bersama-sama dengan kita,” jelasnya.
Bupati Yoseph juga menjelaskan bahwa karnaval HUT Merauke mengusung tema budaya dengan melibatkan seluruh etnis yang mendiami Kota Merauke. Hal ini sejalan dengan motto Izakod Bekai Izakod Kai.
“ Maka momentum ini kita memberikan ruang seluas-luasnya kepada semua etnis untuk ikut berpartisipasi,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat dari berbagai wilayah di Bumi Animha untuk bersama-sama menjaga Merauke sebagai istana damai, istana kasih, dan istana persaudaraan nusantara.
“ Saya akan melepas kurang lebih 43 peserta karnaval, semoga kehadiran saudara-saudari sebagai peserta karnaval ini menunjukkan bahwa Merauke adalah tempat yang aman bagi kita semua, tempat dimana kita bisa memupuk persaudaran sebagai sesama saudara dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.[JON-NAL]
