Pemkab Diminta Serius Benahi BUMD Boven Digoel
Kantor BUMD PD. BVD Sejahtera
Tanah Merah, PSP – Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di suatu daerah pada dasarnya bertujuan untuk membantu membeli dan menampung hasil produksi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hal ini berbeda dengan keberadaan BUMD Kabupaten Boven Digoel yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi daerah.
BUMD yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Boven Digoel beberapa tahun lalu hingga kini dianggap belum berbuat banyak dalam mendukung peningkatan PAD maupun penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Menanggapi kondisi tersebut, salah satu tokoh masyarakat Boven Digoel, Yohanes Takke, meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Boven Digoel agar melihat persoalan BUMD secara lebih serius. Karena Menurutnya, masalah utama terletak pada pengelolaan sumber daya manusia yang belum profesional.
“Kalau ingin BUMD Boven Digoel bisa berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi daerah, maka harus ditempatkan SDM yang benar-benar profesional,” ujar Yohanes.
Yohanes menambahkan, bahwa pengelola BUMD harus memiliki kemampuan dan pemahaman yang kuat terkait pemasaran, kemitraan pasar, serta peluang usaha yang ada. Tanpa kemampuan tersebut, BUMD akan sulit berkembang dan bersaing.
Yohanes berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen BUMD, sehingga keberadaannya benar-benar dapat membantu masyarakat sekaligus berkontribusi pada peningkatan PAD daerah. “Jangan asal memilih SDM. Pengelola BUMD harus menguasai masalah pemasaran, tahu mitra pasar, dan mampu membaca peluang pasar. Kalau tidak, BUMD hanya akan berjalan di tempat, dan ini sudah terjadi selama ini sehingga BUMD selama ini tidak berjalan efektif,” kata Yohanes Take saat ditemui di kediamannya belum lama ini.[VER-NAL]
