ALFI/ILFA Merauke Dorong Pembenahan Sistem Logistik dan Kolaborasi Antar Sektor
Merauke, PSP – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/International Freight Forwarders Association (ALFI/ILFA) DPC Merauke menekankan pentingnya pembenahan sistem logistik secara menyeluruh guna mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Alhamid, mengatakan pelaku usaha logistik di daerah memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Oleh karena itu, Bakrie bilang, pihaknya siap memberikan masukan kepada pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi dan melakukan langkah cepat.
“Sebagai pelaku logistik, kami tentu lebih tahu persoalan yang dihadapi di lapangan. Ketika ada masalah di sektor logistik, kami akan menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah dan seluruh stakeholder agar bersama-sama dicarikan solusi dan dilakukan aksi cepat,” ujar Bakri.
Menurutnya, permasalahan logistik terdiri atas isu jangka pendek dan jangka panjang, termasuk persoalan yang bersifat mendesak dan perlu segera ditangani. Ia menilai sektor logistik kerap dipandang sebelah mata, padahal memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian.
“Semua pergerakan orang dan barang ada di logistik. Sektor perikanan, pertanian, hingga percepatan pembangunan sangat bergantung pada kelancaran logistik,” katanya.
Bakrie menjelaskan, pembenahan sektor logistik erat kaitannya dengan sistem rantai pasok (supply chain). Seiring Merauke menjadi daerah otonomi baru (DOB), menurutnya sudah saatnya dilakukan pembaruan dalam pelaksanaan arus logistik, terutama di kawasan pelabuhan.
Ia mencontohkan, selama ini aktivitas bongkar muat di pelabuhan masih dilakukan dengan sistem lama, seperti stripping di dalam pelabuhan.
Ke depan, kontainer seharusnya dapat langsung ditarik ke gudang di luar pelabuhan yang telah disiapkan, termasuk dengan pembangunan depo di luar kawasan pelabuhan.
Selain itu, pada sektor perikanan, Bakrie menilai pola distribusi juga perlu diubah. Jika sebelumnya pengangkutan ikan dari pelabuhan perikanan masih menggunakan truk kecil, ke depan perlu dilakukan pemuatan langsung dari kapal ke kontainer berpendingin (reefer container).
“Dengan sistem itu, kualitas ikan lebih terjaga dan bisa masuk standar ekspor. Proses bongkar muat juga lebih cepat, sehingga kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah Merauke dapat sandar dan bongkar muat di pelabuhan perikanan nusantara, bukan justru dibongkar ke daerah lain,” jelasnya.
Ia menegaskan, daerah yang maju adalah daerah yang memiliki sistem logistik dan arus barang yang lancar dan cepat. Tanpa pembenahan sektor logistik, menurutnya sulit mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, terlebih Merauke berada di wilayah paling timur Indonesia.
“Sebagai daerah di ujung timur Indonesia, kita membutuhkan perubahan dan kemajuan dalam pemenuhan rantai pasok. Kuncinya adalah kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.
Bakrie menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dibandingkan kompetisi maupun ego sektoral. “Ini sudah zamannya kolaborasi, bukan kompetisi, apalagi ego sektoral. Dengan kolaborasi, semua persoalan pasti bisa diatasi,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Langkah ALFI/ILFA Merauke ini adalah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Papua Selatan. Jika sistem logistik tertata dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui ketersediaan barang yang lebih stabil dan harga yang lebih terjangkau