Pemkab Merauke Fokus Tingkatkan Skill Orang Asli Papua Melalui Pelatihan-Pelatihan
Merauke, PSP – Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp1 miliar untuk program pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) pada tahun 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Keliopas Ndiken, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pelatihan kerja bagi OAP agar memiliki keterampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“ Dalam rangka pemberdayaan Orang Asli Papua, Pak Bupati memberikan alokasi Dana Otsus sebesar satu miliar rupiah untuk pelatihan, agar mereka bisa memperoleh pekerjaan dan memiliki skill,” ujar Keliopas beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan sehingga peserta dapat bersaing dan terlibat langsung dalam dunia usaha. Namun sebelum itu, kemampuan dan keterampilan peserta memang harus dipersiapkan.
“ Jadi ada pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan teman-teman di dunia usaha untuk orang Papua bisa diberdayakan, tapi juga harus sebelumnya disiapkan skill dari Orang Asli Papua itu juga untuk mereka bisa bersaing dan terlibat dalam dunia usaha yang dijalankan,”
Untuk tahun ini, sesuai arahan Bupati Merauke, Disnakertrans menyiapkan tiga paket pelatihan dengan target awal sekitar 30 peserta. Namun, karena keterbatasan anggaran pascapelatihan, jumlah peserta direncanakan akan ditambah.
“ Karena tahun ini tidak ada pasca pelatihan, maka dari 30 peserta kemungkinan kita tambah menjadi sekitar 60 orang,” ungkapnya.
Pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan dan berlokasi langsung di sejumlah perusahaan di wilayah Muting, Eligobel, dan Ulilin, dengan prioritas peserta orang Marind.
” Ini pelatihannya di sini kebetulan nanti lokasinya di beberapa perusahaan di Muting, Eligobel, Ulilin dan kita prioritaskan orang Marind. Pelaksanaan kegiatannya itu selama sebulan, mereka sekaligus belajar, sekaligus mereka praktik dan magang langsung di lokasi kerja,” katanya.
Adapun jenis pelatihan yang diberikan meliputi berbagai bidang keterampilan, seperti perbengkelan, pengelasan, elektro, komputer, hingga keterampilan staf administrasi yang langsung diperkenalkan dengan sistem kerja di perusahaan.
Keliopas menegaskan, setelah pelatihan selesai, peserta yang dinilai mampu akan diupayakan untuk diserap oleh perusahaan.
“ Kemudian ketika jadi dan beberapa orang yang memang dianggap mampu, ini kita akan minta surat ada rekomendasi khusus dari Bapak Bupati untuk mereka dipekerjakan,” jelasnya.
Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan penyerapan tenaga kerja Orang Asli Papua, khususnya orang Marind, pada investasi yang berjalan di atas tanah adat Marind.
“ Sehingga penyerapan tenaga kerja Orang Asli Papua, khusus orang Marind di atas tanah Marind untuk investasi yang dilakukan di atas tanah Marind, ini juga terserap tenaga kerja Orang Asli Papua, khususnya orang Marin di atas tanahnya sendiri,” pungkasnya.[JON-NAL]
