Perketat Pengawasan Pangan Jelang Nataru, Loka POM bersama Dinkes dan Disperindagkop Merauke Intensifikasi Sarana Distributor hingga Kios

0
Kepala Loka POM saat melakukan intensifikasi pangan jelang Nataru

Kepala Loka POM saat melakukan intensifikasi pangan jelang Nataru

Merauke, PSP – Tim Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Merauke bersama Dinas Kesehatan dan Disperindagkop Kabupaten Merauke melakukan intensifikasi pengawasan pangan di kabupaten Merauke dalam rangka memastikan keamanan produk menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan yang telah memasuki tahap ketiga ini menyasar distributor hingga toko retail.

“ Kegiatan ini sudah kita mulai sebenarnya di awal Desember, ini sudah masuk ke tahap 3, dari tahap pertama kami sudah memeriksa sarana-sarana mulai dari sarana yang hulu, jadi distributor-distributor sebagian kita periksa, kemudian di retail, di kios-kios dan toko,” ujar kepala Loka POM Merauke, Minarto saat ditemui disela kegiatan, Selasa (16/12).

Minarto menjelaskan intensifikasi pengawasan pangan ini sifatnya surveillance untuk mengingatkan masyarakat lagi terkait kadaluarsa, izin edannya dan yang tidak kalah penting terkait penanganan produknya di gudang maupun di etalase-etalase.

“ Jadi memang ada beberapa sarana yang kita temukan gudangnya kurang rapi, kurang bersih, penataannya kurang ini kita minta benahi supaya produk-produk yang diterima masyarakat memiliki kualitas yang sama persis keluar pada saat di pabrik, jadi jangan ada kualitas mutu yang turun karena penyimpanan yang kurang bagus,” jelasnya.

Hasil pengawasan hingga tahap kedua, pihaknya terdapat beberapa temuan produk pangan yang sudah kadaluarsa.

“ Yang salah satunya tadi terkait pengelolaan gudang yang kurang bersih. Kemudian terkait kadaluarsa juga kita temukan kurang lebih 89 pcs pangan yang kadaluarsa. Memang kebanyakan memang terkait manajemen penataan, ada yang kalau kami lihat bukan kesengajaan dia lebih ke arah kurang teliti, karena ada datang baru ditumpuk lagi-tumpuk lagi,” sambungnya.

Salah satu produk pangan yang ditemukan sudah kadaluarsa dalam intensifikasi tersebut seperti produk mie, saus, selai kacang juga makanan ringan juga.

“ Kemungkinan kaya mie kan kadang masa kadaluarsanya tidak terlalu panjang, ini kadang terselip ya, sebenarnya tercampur gitu akhirnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut juga Minarto menghimbau masyarakat Merauke untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu menerapkan cek KLIK (Kemasan, Label, Ijin Edar dan Kadaluarsa) saat membeli produk ” Itu hal yang paling simple yang mudah kita lakukan untuk mengecek kualitas produk yang akan kita beli,” tutupnya. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *