Viral KM Tatamilau Penuh Penumpang, Ini Kata Pelni Merauke
KM. Tatamilau yang berangkat dari pelabuhan Pomako Timika. Foto (akun Facebook Herman Bahar Sembay ZAzg).
Netizen: Ngeri, semoga selamat sampai tujuan
Merauke, PSP – Sebuah foto KM Tatamilau yang penuh sesak dengan penumpang viral di media sosial. Dalam foto tersebut, kapal tampak hampir miring ke satu sisi, sementara banyak penumpang terlihat berdiri di bagian luar dek atas kapal.
KM Tatamilau diketahui melayani rute Asmat – Pomako Timika – Dobo – Tual – Saumlaki – Ternate – Bitung. Sebelumnya, pada 10 Desember 2025 dini hari, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Merauke menuju Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat.
Sebuah unggahan dari akun Facebook Herman Bahar Sembay ZAzg menggambarkan situasi padatnya penumpang sebelum kapal bertolak dari Pelabuhan Pomako, Timika, Papua Tengah.
“Tidak ada yang mau mengalah, semuanya ingin berangkat. Setelah sempat tertahan 3 jam di dermaga Pomako dengan banyaknya penumpang yang akan naik, akhirnya KM Tatamilau pukul 14.20 WIT bisa keluar dan berangkat menuju Dobo – Tual – Saumlaki – Ternate – Bitung. Selamat jalan dan selamat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga masing-masing. Tuhan sertai dan jaga KM Tatamilau beserta seluruh penumpang,” tulisnya.
Foto tersebut memicu beragam komentar warganet yang khawatir melihat kapal tampak miring karena dipadati penumpang.
“Ngeri, kapal miring. Kelebihan penumpang ini,” komentar akun Ning Korwa.
“Ngerieee kapal miring ke kanan. Semoga kapal tiba di Tual dengan selamat,” tulis akun Dani Kambori Danteng.
“Tidak akan berani ikut, demi,” timpal akun Namuk Iwalib.
Menanggapi hal itu, Kepala Pelni Cabang Merauke, Mohamad Assagaf, yang dikonfirmasi media ini, menjelaskan bahwa foto yang beredar di media sosial itu diambil setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Pomako, Timika.
Assagaf membenarkan bahwa KM Tatamilau sebelumnya berangkat dari Merauke pada 10 Desember 2025.
“Kalau dari Merauke, kondisi masih layak berlayar karena ada dispensasi 1.434 jiwa. Dari Merauke, penumpang yang berangkat sebanyak 1.143 jiwa, sehingga masih bisa menampung 291 penumpang lagi. Itu pun banyak yang turun di Asmat dan Timika,” jelas Assagaf lewat pesan WhatsApp, Jumat (12/12).
Assagaf bilang pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kapal tersebut.
“Saya juga monitor bersama operasi pusat, dan data rekapitulasinya sudah saya serahkan ke pusat untuk antisipasi,” ujarnya. [ERS-NAL]
