Penghujung Tahun 2025, Sejumlah Pihak Terima Dana Hibah Pemprov Papua Selatan

0
Penyerahan simbolis dana hibah dinas pendidikan Provinsi Papua Selatan.

Penyerahan simbolis dana hibah dinas pendidikan Provinsi Papua Selatan.

Merauke, PSP – Menjelang penghujung tahun 2025, sebanyak 39 lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat di Provinsi Papua Selatan ditetapkan sebagai penerima dana hibah dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 30,9 miliar.

Dari jumlah tersebut, 37 lembaga hadir dan menerima bantuan secara langsung pada acara penyerahan yang berlangsung di Hotel Haolgen Merauke, Jumat (28/11).

Lembaga penerima hibah terdiri dari, 19 yayasan pendidikan swasta, 5 LSM atau komunitas, 7 organisasi, 5 satuan pendidikan.

Daftar lembaga yang menerima hibah antara lain, Yayasan Hati Kudus Merauke TK St. Agnes, SLB Bakti Luhur, Yayasan Amam Bekai Chevalier, YPPK Merauke, YPPK Yan Smith, Yayasan Pelita Edera, SMAK Santa Maria, YPPK Keuskupan Agats, Koordinator Wilayah YAPIS Merauke, STIA Karya Dharma, Yayasan Pendidikan Advent, Yayasan Bintang Timur, STISIPOL Yaleka Maro, Yayasan Lentera Kasih, Yayasan Binterbusi, IGI Papua Selatan, Asrama KPG Khas Papua, Sekolah Tinggi Arastamar Merauke, SMKS Yaleka Maro, Seminar Tahap Orientasi Rohani, SMA YPPK Yohanes XXIII, TK Sewo Mopah Lama YPPK, Perpetaki Merauke, Unit Pelaksana Program PGSD, Yayasan Seminari Keuskupan, Yayasan Ta’limul Qur’an Merauke, Sentra Layanan Universitas Terbuka, Institut Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yayasan Uluran Kasih Papua, Yayasan Raih Impian Tanah Papua, serta Bimbingan Belajar Rise and Shine.

Penyerahan dana hibah simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, yang menjelaskan bahwa hibah ini bersumber dari APBD Provinsi Papua Selatan Tahun 2025 melalui DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan.

“Kami mengharapkan penerima hibah juga bisa membantu anak-anak Papua,” ujar Gubernur Safanpo dalam sambutannya.

Ditegaskan, dana tersebut harus digunakan secara tepat guna serta mematuhi aturan pertanggungjawaban administrasi.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, Ignasius Babaga, menegaskan pentingnya akuntabilitas dari para penerima bantuan.

“Diharapkan seluruh penerima dapat mengelola dan melaporkan dana yang diterima serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Hibah ini diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan serta mendukung berbagai program pembinaan masyarakat di Papua Selatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *